TribunKaltim/

Perlindungan Siswa Atlet, SKOI Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Setiap hari mereka melakukan latihan dan pertandingan, dan dari evaluasi tingkat kecelakaan mereka cukup tinggi

Perlindungan Siswa Atlet, SKOI Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
tribunkaltim.co/muhammad afridho septian
Agustianur bersama Johana menandatangi nota kerja sama antara BPJS Kesehatan dan SKOI, Kamis (20/4/2017) 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Afridho Septian

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Untuk mewujudkan universal health coverage pada tahun 2019, BPJS Kesehatan kembali mengadakan kerja sama dengan Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) dalam mendaftarkan siswa dan siswinya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Langkah ini diharapkan semakin mempercepat terwujudnya cakupan kepesertaan semesta.

Acara penandatangan perjanjian kerjasama ini dihadiri oleh Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Samarinda, dr. Johana bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah SKOI Provinsi Kaltim, Drs. Agustianur, M.Si

"Kenapa kami ingin melakukan ini sejak lama karena risiko untuk anak siswa kami sangat tinggi, beda dengan sekolah lain.

Setiap hari mereka melakukan latihan dan pertandingan, dan dari evaluasi tingkat kecelakaan mereka cukup tinggi," ujar Agustianur selaku Kepala UPTD SKOI, Kamis (20/4/2017).

Baca: Hebat, Atlet SKOI Kaltim Tak Punya Arena Sepatu Roda, Tapi Lolos ke Asian Games 2018

Baca: Hebat, Atlet SKOI Kaltim Raih 4 Medali Emas di Thailand

"Kita berharap semua anak-anak kami itu tetap terhindar dari kecelakaan yang menimbulkan risiko berkepanjangan.

Memang pengalaman tahun lalu cukup membebani anggaran jikalau kami yg harus menanggung. Dengan adanya BPJS Kesehaan paling tidak beban itu bisa diringankan," ujarnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Johana mengapresiasi niat SKOI tersebut karena mulai 1 Mei mendatang, 330 siswa SKOI sudah terlindungi oleh JKN-KIS.

"Dengan menjadi peserta JKN-KIS maka SKOI sudah memberikan pelayanan kesehatan kepada siswanya mulai dari promotif, preventif, kuratif, bahkan rehabilitatif termasuk alat bantu kesehatan," sebutnya.

Ia pun berharap langkah ini dapat diikuti oleh lembaga pendidikan lainnya untuk segera mendaftarkan siswa-siswinya kepada BPJS Kesehatan. (*)

Penulis: Muhammad Afridho Septian
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help