Personel Gabungan Jaring Puluhan PSK di Loa Hui, Lokalisasi Menyublim Jadi Tempat Karaoke

"Selain kita ikutkan sidang tipiring, kita juga berkoordinasi dengan Dinsos untuk tindak lanjut mereka ini," tegasnya.

Personel Gabungan Jaring Puluhan PSK di Loa Hui, Lokalisasi Menyublim Jadi Tempat Karaoke
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
PSK yang terdapat di eks lokalisasi Loa Hui diangkut petugas gabungan ke kantor Satpol PP Kota Samarinda, Kamis (20/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim,co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ratusan personel gabungan dari Satpol PP Kota Samarinda, Polresta Samarinda, dan Polisi Militer (PM), Rabu (19/4/2017) malam kemarin, menggelar razia cipta kondisi.

Razia di mulai dari kawasan tepian Mahakam, dengan menyasar pedagang kaki lima (PKL), hingga ke eks lokalisasi Loa Hui, Harapan Baru, dan kawasan Loa Janan.

Hasilnya, petugas mengamankan 40 pekerja seks komersial (PSK) ke kantor Satpol PP.

Saat dilakukan penertiban, beberapa PSK sempat mencoba untuk melarikan diri dari tangkapan petugas. Bahkan terdapat beberapa PSK yang telah berulang kali diamankan petugas.

"Ini rutin dilakukan untuk menciptakan kondisi tertib dan aman, serta jelang bulan puasa," ungkap Kepala Satpol PP Kota Samarinda, AKBP Ruskan, Kamis (20/4/2017).

Selain itu, dari razia yang dilakukan di Loa Hui, diketahui lokasi yang dulunya lokalisasi itu telah disulap oleh pengelola sebagai tempat karaoke. Namun di masing-masing tempat karaoke terdapat bilik bercinta dan juga terdapat gadis penghibur.

"Izin tempat usaha karaoke memang ada, tapi kami duga hanya kedok saja, karena ada kamarnya dan lediesnya juga. Jadi, hanya modusnya saja tempat karaoke," ungkapnya.

Selain mengamankan puluhan PSK, petugas juga mengamankan 34 dus minuman keras di tempat karaoke itu. Pasalnya pemilik usaha karaoke tidak dapat menunjukan surat izin penjualan miras.

Selain itu, pihaknya juga memproses seluruh PSK, untuk menjalani sidang tipiring, serta melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), untuk menindaklanjuti tangkapan tersebut.

Pasalnya diketahui hampir seluruh PSK merupakan warga pendatang, dan bukan tidak mungkin seluruh PSK yang bukan warga Samarinda akan dipulangkan ke daerah asal.

"Mereka kita amankan karena tidak ada kartu domisili, dan rata-rata mereka bukan warga Samarinda. Selain kita ikutkan sidang tipiring, kita juga berkoordinasi dengan Dinsos untuk tindak lanjut mereka ini," tegasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help