TribunKaltim/

Akses tak Layak, Petani Kesulitan, Tentara dan Personel Lain Ikut Bantu Bangun Jalan Usaha Tani

Hasil penennya bagus, tapi kesejahteraan petani kurang meningkat petani kesulitan mengangkut hasil panen, karena kondisi jalan yang kurang memadai

Akses tak Layak, Petani Kesulitan, Tentara dan Personel Lain Ikut Bantu Bangun Jalan Usaha Tani
tribunkaltim.co/geafry necolsen
TNI dibantu jajaran Polres Berau, Satpol PP dan masyarakat membangun jalan usaha tani sepanjang 3 kilometer di Kampung Labanan Makarti. 

TANJUNG REDEB, TRIBUNKALTIM.CO – Anggota TNI dari berbagai unsur, seperti Kodim 0902 dan Yonarmed 18/105 dibantu personel Polres Berau, Satpol PP dan masyarakat, bersama-sama membangun ruas jalan usaha tani sepanjang 3,4 kilometer dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Ruas jalan tersebut terbagi dalam dua segmen, pertama jalan usaha tani sepanjang 1,8 kilometer di RT 9, Kampung Labanan Makarti.

Segmen kedua membangun jalan sepanjang 1,2 kilometer, yang menghubungkan segmen pertama tadi ke jalan usaha tani yang ada di tepi Sungai Lais, di sepanjang tepi sungai tersebut terdapat beberapa kelompok usaha tani.

Komandan Kodim Tanjung Redeb, Letkol Penerbad Rony Nuswantoro mengatakan, TMMD merupakan upaya TNI membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dijelaskannya, Kabupaten Berau merupakan wilayah yang memiliki potensi pertanian dan perkebunan rakyat yang menjanjikan.

Baca: Bupati Buka TMMD ke-98 di Desa Mandu, Ini Skema Kegiatan Selama Sebulan

Baca: Bangun Infrastruktur dan Fasilitas Publik, TMMD 2017 Sasar Kecamatan Sangkulirang

Baca: Jalan Hasil TMMD di Girimukti bisa Ditingkatkan jadi Permanen

Namun sayangnya, selama ini para petani setempat kesulitan memasarkan hasil pertanian dan perkebunan mereka, karena akses jalan yang tak layak.

“Ada petani cokelat, merica, sawit dan karet di Labanan Makarti. Hasil penennya bagus, tapi kesejahteraan para petani kurang meningkat petani kesulitan mengangkut hasil panen, karena kondisi jalan yang kurang memadai,” jelasnya.

Jalan usaha tani ini tidak hanya menjadi akses jalan warga yang memiliki lahan pertanian dan perkebunan, namun juga menjadi akses jalan Komunitas Adat Terpencil yang selama ini bermukim dan terisolir di kampung tersebut.

Pembangunan jalan sepanjang 3 kilometer ini bukan tanpa hambatan, kondisi cuaca yang kurang bersahabat juga menyulitkan mereka menuju lokasi.

Meski begitu, Rony menegaskan, pembangunan jalan ini diupayakan rampung pada awal bulan Mei nanti.

Selain membuka lahan untuk membangun ruas jalan usaha tani, TNI bersama Polisi dan masyarakat juga membenahi ruas jalan yang dibangun Pemkab Berau, merenovasi masjid, gereja, balai pertemuan masyarakat dan balai adat setempat. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help