Hari Kartini

Inilah Sosok Kartini Modern, Perkasa Jadi Sopir Tambang, Cekatan Urus Rumah Tangga

Wanita kelahiran Sangatta, 12 Desember 1987 lalu ini bergabung sebagai operator sejak 2008 lalu.

Inilah Sosok Kartini Modern, Perkasa Jadi Sopir Tambang, Cekatan Urus Rumah Tangga
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Rini Pratiwi, operator truk di tambang batu bara di PT KPC, Sangatta, Kutai Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Hari Kartini yang diperingati tiap 21 April terwujud sebagai peringatan dan penghormatan atas perjuangan kaum perempuan, simbol kesetaraan gender, serta emansipasi wanita.

Kini, perjuangan RA Kartini kini berbuah manis. Segala keterbatasan yang mengungkung hak-hak wanita berhasil dihilangkan.

Setelah ratusan tahun peringatan itu dilakukan, bukan berarti pekerjaan rumah mengenai perlindungan dan hak-hak wanita selesai diperjuangkan.

Memang, tak seperti dulu, ketika Kartini harus bergerilya memperjuangkan hak-hak wanita agar mendapatkan pendidikan layak.

Kini, "Kartini-kartini" itu kadung tumbuh dengan mudahnya akses pendidikan.                       
Banyak wanita karier sukses, namun berhasil pula menangani tugas rumah tangganya selama masih mampu merancang manajemen waktu.

Dalam bekerja, semua dituntut profesional. Tidak memandang pekerja laki-laki atau perempuan, memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sesuai upah yang diperoleh.

Apalagi, saat ini tak sedikit perempuan yang mendapat kesempatan berkecimpung di lingkup pekerja yang mayoritas laki-laki. Seperti dunia pertambangan.

Pekerja wanita di tengah areal tambang batu bara sudah mulai berseliweran.

Mengemudikan truk raksasa atau dikenal julukan operator. Berpakaian seragam dengan sepatu kerja setinggi betis, berompi dan mengenakan helm.

Mereka perkasa layaknya pria.

Halaman
123
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help