TribunKaltim/

Hari Kartini

Inilah Sosok Kartini Modern, Perkasa Jadi Sopir Tambang, Cekatan Urus Rumah Tangga

Wanita kelahiran Sangatta, 12 Desember 1987 lalu ini bergabung sebagai operator sejak 2008 lalu.

Inilah Sosok Kartini Modern, Perkasa Jadi Sopir Tambang, Cekatan Urus Rumah Tangga
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
Rini Pratiwi, operator truk di tambang batu bara di PT KPC, Sangatta, Kutai Timur. 

Satu di antara wanita yang memilih profesi sebagai operator truk adalah Rini Pratiwi.

Wanita kelahiran Sangatta, 12 Desember 1987 lalu ini bergabung sebagai operator sejak 2008 lalu. Keinginan memperoleh penghidupan yang lebih baik, membawa langkahnya memasukkan lamaran ke PT Kaltim Prima Coal.

"Saat itu, saya sudah bekerja di perusahaan jasa. Kemudian dengar ada lowongan untuk operator bagi putra daerah Kutim, khususnya Sangatta, yang lahir dan bersekolah di Sangatta. Saya juga melihat mereka yang bekerja di perusahaan seperti PT KPC, bisa lebih baik kehidupannya," ungkap operator yang saat ini tergabung dalam Crue Bravo Hatari ini.

Meski  tidak memiliki pengalaman mengendarai roda empat, apalagi alat berat, Rini tetap nekat melamar. 

Dukungan dari keluarga cukup besar. Rangkaian proses panjang pun dilalui dengan mulus. Buahnya, ia berhasil diterima.

"Waktu itu melamar saja. Nggak punya pengalaman operator, kursus atau sekolah operator. Karena memang, kita tidak langsung dilepas berkendara, tapi ada pelatihan dulu dari perusahaan, sampai benar-benar bisa mengendarai unit," ujar Rini.

Menurutnya, semua butuh proses, termasuk pekerjaan. Dunia kerja di areal pertambangan yang penuh risiko dilakoni Rini dengan rasa senang.

Berteman dengan pekerja yang mayoritas laki-laki pun sudah dianggap biasa. Tidak ada rasa risih atau tak enakan. Tak takut ada tindakan pelecehan?

"Kalau di lingkungan kerja, tidak ada yang namanya pekerja laki-laki berani berbuat lancang ke teman perempuan. Itulah beruntungnya bekerja di PT KPC, untuk hal-hal seperti itu, perusahaan punya sanksi tegas. Bisa langsung dipecat kalau dilaporkan melakukan pelecehan," kata alumni SMA Muhammadiyah Sangatta.

Saat ini, sudah sembilan tahun, Rini  menjalani kehidupan sebagai sopir di area pertambangan batu bara.

Halaman
123
Penulis: Margaret Sarita
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help