TribunKaltim/

Jatah Makan

Jatah Makan Al Khathath yang Ditahan Polisi Dikurang

Negara itu memberikan uang pada tahanan terbatas juga. Hanya bisa untuk membeli makan siang dan malam, kata Argo di Mapolda Metro Jaya.

Jatah Makan Al Khathath yang Ditahan Polisi Dikurang
KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA
Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono saat di sidang kasus dugaan penodaan agama, auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabid Humas Polda Metro Jaya, KombesArgo Yuwono, membenarkan bahwa Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Gatot Saptono alias Muhammad Al-Khaththath yang ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, hanya beri jatah makan dua kali sehari.

Ia memastikan penjatahan itu sesuai dengan ketentuan aturan penahanan.

"Negara itu memberikan uang pada tahanan, terbatas juga. Hanya bisa untuk membeli makan siang dan malam," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Kamis (20/4/2017).

Argo mengatakan keterbatasan itu membuat pihak kepolisian hanya mampu paling tidak memberi tambahan cemilan atau makanan ringan di pagi hari.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengunjungi Khaththath pada Selasa (18/4/2017). Dalam lawatannya itu, Fadli menceritakan kondisi Khaththath. Menurut Fadli, jatah makan Al Khaththath ditahan dikurangi, dan hanya diberi makan dua kali sehari.

"Alasannya karena anggarannya dikurangi. Jadi yang satu kali makan lagi, harus bayar sendiri," kata Fadli.

Tetapi karena kebaikan para penjaga tahanan, makanan satu kali tambahan kepada Al Khaththath itu menjadi gratis.

"Jadi karena kebaikan orang-orang di situ, termasuk penjaga piket dan sebagainya, dia dikasih makan lebih," kata Fadli. (Kompas.com/Nibras Nada Nailufar)

Editor: Maturidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help