TribunKaltim/

Setelah Tanda Tangan Berkas, Bupati Pantau Proyek PLTA Sungai Sembakung

“Saya terus pressure bagian perizinan agar mempercepat mekanisme perizinan,” ujarnya, Jumat (21/4/2017).

Setelah Tanda Tangan Berkas, Bupati Pantau Proyek PLTA Sungai Sembakung
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Asmin Laura, Bupati Nunukan 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid akan memantau perkembangan pelaksanaan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Sembakung, setelah dia menandatangani berkas investor asal Tiongkok, PT Hanergi Holding Group Company.

Dia berharap, mega proyek tersebut segera terealisasi. “Saya terus pressure bagian perizinan agar mempercepat mekanisme perizinan,” ujarnya, Jumat (21/4/2017).

Pasalnya proyek dimaksud diharapkan bisa menjadi salah satu solusi untuk membuat Kabupaten Nunukan mampu bersaing di kancah nasional, dengan terpenuhinya kebutuhan listrik.

Dia memastikan, Pemerintah Kabupaten Nunukan tidak pernah memperlambat perizinan usaha untuk investor yang masuk ke daerah ini.

‘’Tidak ada niat pemerintah menghambat itu. Saya juga minta perizinan segera, segera segera. Namun koordinasi antar pihak perusahaan dengan perizinan kita selalu saja selisih waktu. Sehingga itu yang membuat molor,” ujarnya.

Baca: Banjir Sembakung Sebabkan Kerugian Harta Hingga Rp2 Miliar

Baca: Wow, Kaltara Bakal Raup Rp 5 Triliun per Tahun dari Air yang Lewati Bendungan PLTA

PT Hanergi Holdings Group Company berencana menginvestasikan Rp 20 triliun untuk pembangunan PLTA di Sungai Sembakung.

Lokasi proyek direncanakan berada di atas Desa Binter, Kecamatan Lumbis Ogong.

Nantinya pembangkit dimaksud diharapkan bisa menghasilkan daya hingga 600 Megawatt. Perusahaan ini juga akan melakukan eksplorasi termasuk membangun smelter bauksit di muara sungai.

Kapasitas listrik yang besar ini akan mengandalkan air dengan debit dan ketinggian tertentu untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik pada generator.

Pekerjaan proyek ini memerlukan waktu hingga sembilan tahun.

Saat rampung, Kabupaten Nunukan diharapkan menjadi sebuah kota yang memiliki cadangan listrik berlimpah. Sehingga listrik yang dihasilkan bisa diperjualbelikan ke negara tetangga. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help