TribunKaltim/

Soal Gaji Guru Honor, Disdik: Jangan Ada Dusta di Antara Kita

Ia menjanjikan guru honor, diminta tenang, karena semua pasti akan dibayarkan.

Soal Gaji Guru Honor, Disdik: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Kasubag Umum Disdik Kaltim, Idhamsyah 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Beredarnya kabar akan dicairkannya gaji untuk guru honor SMA/SMK/MA se-Kaltim oleh Disdik Kaltim pada akhir April ini, ikut ditanggapi Idhamsyah, Kasubag Umum DIsdik Kaltim, Jumat (21/4/2017).

Ia menjanjikan guru honor, diminta tenang, karena semua pasti akan dibayarkan.

“Tunggu saja, nanti kalau sudah dibayar baru diberitakan. Kami saat ini sedang bekerja keras untuk membayar. Apakah nanti pakai APBD-P atau APBD Murni, nanti akan diatur. Kami tak bayar dengan janji tetapu dengan duit (uang). Intinya, tenang saja, pasti akan dibayar,” ujarnya.

Rincian berapa guru honor yang nantinya akan dibayarkan, dirujuk Idhamsyah, berdasarkan data Dapodik yang diterima.

“Yang dibayar, yang ada dulu, berdasarkan data Dapodik. Berapa jumlahnya, nanti saya beritahu, lagi, sekarang masih dihitung dahulu. Data Dapodik itu sekolah yang mengolah data, kemudian dikirim ke pusat. Data ini sudah ada dengan kami, tinggal di cek kembali. Biar jangan ada dusta di antara kita,” katanya.

Sebagai informasi, terkait jumlah berapa guru honor di Kaltim, saat ini diklaim perwakilan Guru Honor se-Kaltim, Wahyudin, mengalami beberapa perbedaan.

Di awal lalu, saat adanya peralihan kewenangan guru SMA/ SMK/ MA dari Kabupaten ke Provinsi, perwakilan guru swasta mencatat ada sekitar 2.700-an guru honor yang ada di Kaltim.

Namun, menjelang akan dibayarkannya gaji, mereka klaim bahwa jumlahnya bertambah menjadi 4.000-an guru honor.

‘Awal dahulu itu 2.700-an guru, tetapi sekarang informasinya ada 4.000-an guru. Kami juga masih mencoba konfirmasi ke Disdik. Jangan sampai adanya perbedaan jumlah ini yang meghambat proses pembayaran gaji guru honor. Kami juga tahu, jika diibaratkan, provinsi saat ini, seperti jemuran kering, yang sudah tak bisa diperas lagi airnya. Karena itu, dana yang ada harus benar-benar diterima oleh mereka yang benar-benar berstatus guru honor,” kata Wahyuddin. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help