Hari Kartini

Suka Tantangan, Wanita Mungil Ini Kerja di Pertambangan yang Didominasi Pria

Dunia tambang memiliki tantangan tersendiri bagi saya, sejak masih kuliah dulu, saya lebih condong memilih bidang yang jarang digeluti wanita.

Suka Tantangan, Wanita Mungil Ini Kerja di Pertambangan yang Didominasi Pria
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Evietha Damayanthie foto bersama rekan kerjanya yang mayoritas pria. Dia sudah terbiasa bekerja di lokasi pertambangan 

Praktis, Vita yang terpisah jarak lebih dari 1.200 kilometer ini harus hidup secara mandiri, apalagi saat ini tengah mengandung putra pertamanya.

Selama tujuh tahun bekerja di sektor pertambangan ini, Vita hanya beberapa kali menemui sang suami.

Hak cuti dimanfaatkan untuk menikmati waktu bersama keluarga kecilnya. Hampir setiap malam, di sela waktu santainya, Vita dan Rosadi saling berkomunikasi melalui video call.

"Komunikasi dengan suami sangat intens, apalagi saat kehamilan ini, suami sangat perhatian. Bisa berpuluh-puluh kali suami menelpon dalam sehari, mengingatkan minum susu dan vitamin," ujarnya.

Baginya, dalam sebuah hubungan, komunikasi adalah kunci utama, meski harus terpisah ribuan kilometer.

"Saya sudah terbiasa mandiri, terlatih dengan hubungan jarak jauh dengan suami.Memang kangen, tapi saya dituntut untuk kuat. Komunikasi dengan suami sangat sering, jadi biasa saja," kata wanita lulusan pasca sarjana sistem informasi Universitas Gadjah Mada ini.

Memperingati Hari Kartini, Vita punya kesan sendiri soal emansipasi wanita.

Baginya, apapun kondisi seorang wanita, harus tangguh cerdas.

"Mengutip kata Dian Sastro, entah akan berkarier atau berumahtangga, seorang wanita wajib berpendidikan dan cerdas. Karena ibu-ibu yang cerdas akan melahirkan anak-anak yang cerdas," kata wanita yang bercita-cita melanjutkan studi doktoral bidang komunikasi bisnis ini. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help