TribunKaltim/

Janin Itu Berusia Lima Bulan Saat Digugurkan dan Dibuang ke Sungai

Jw tak lain kakak kelasnya. Yd duduk di kelas 2 dan Jw di kelas 3. Keduanya pun berpacaran selama setahun 4 bulan.

Janin Itu Berusia Lima Bulan Saat Digugurkan dan Dibuang ke Sungai
IST
Pihak RSUD IA Moeis Samarinda Seberang menyerahkan jasad bayi perempuan yang dibuang ke Sungai Mahakam ke pihak keluarga, Sabtu (22/4/2017), disaksikan Kapolsek Loa Kulu AKP Ade Harri Sistriawan 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Jasad bayi perempuan yang digugurkan dan dibuang ke Sungai Mahakam, Jl Jenderal Sudirman RT 12, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, baru berusia 5 bulan. Hal ini dikemukakan Yd (17), ayah dari bayi malang itu.

Ia mengakui Jw (18) telah mengandung bayinya. “Dia (Jw) bilang kalau telat datang bulan sejak Januari 2017 lalu, saat dites kehamilan ternyata benar dia hamil,” kata Yd saat diamankan di Polsek Loa Kulu, Sabtu (22/4/2017).

Ia menceritakan awal perkenalannya dengan Jw. Yd mengenal Jw karena satu sekolah di SMA.

Jw tak lain kakak kelasnya. Yd duduk di kelas 2 dan Jw di kelas 3. Keduanya pun berpacaran selama setahun 4 bulan.

Selama 5 bulan pacaran, keduanya sempat melakukan hubungan intim layaknya suami-istri. Mereka sering melakukannya, bahkan di rumah Yd.

Hingga kemudian, Jw diketahui berbadan dua. Jw berencana untuk menggugurkan janinnya ketika usia 2-3 bulan. Ia juga mengaku tak berani menceritakan kehamilannya kepada orangtuanya.

Jw nekat menggugurkan janinnya di kamar mandi sendirian dan membuangnya ke Sungai Mahakam, belakang rumahnya, Kamis (20/4/2017) pukul 23.00 Wita.

"Dia sempat mengirimkan SMS kalau perutnya sakit malam itu," tutur Yd.

Atas saran Yd, Jw memberanikan diri untuk menceritakan apa yang dialaminya kepada keluarganya, termasuk sang ibu.

Pihak keluarga pun membawa Jw dan Yd ke Polsek Loa Kulu, Sabtu (22/4/2017). (*)

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help