TribunKaltim/

Penyidik KPK Disiram Air Keras

Kondisinya Berangsur Membaik tapi Mata Novel Baswedan Masih Silau Terpapar Cahaya

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan tekanan mata Novel berangsur-angsur membaik. Hal ini dibuktikan dengan makin berkurangnya obat tetes mata.

Kondisinya Berangsur Membaik tapi Mata Novel Baswedan Masih Silau Terpapar Cahaya
Repro/KompasTV
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke rumah sakit di Singapura untuk menjalani perawatan lebih intensif usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Singapura.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan tekanan mata Novel berangsur-angsur membaik. Hal ini dibuktikan dengan makin berkurangnya obat tetes mata yang diberikan dokter pada Novel.

"Dokter terus mengurangi ‎obat tetes mata dari tiga kali sehari menjadi dua kali sehari, sampai sekarang satu kali sehari," ujar Febri, Sabtu (22/4/2017).

Selain itu, ‎pihak rumah sakit juga rutin melakukan tes mata pada Novel. Mata kanan Novel sudah bisa membaca dan mengenali huruf lebih jelas.

Baca: Akibat Disiram Air Keras, Mata Novel Baswedan Rusak Parah

Apabila sebelumnya Novel hanya bisa membaca judul di surat kabar. Saat ini Novel sudah bisa membaca sub judulnya dan lebih baik dalam mengenali wajah orang.

Sementara itu, mata kiri Novel yang kemarin buram, sekarang sudah bisa mengenali angka dan huruf namun silau apabila terpapar cahaya.

"‎Selaput mata kiri banyak terbakar karena air keras.‎ Selaput putih baik tapi selaput hitam atau kornea tidak ada perkembangan sampai saat ini‎," tambah Febri. (Tribunnews.com/Theresia Felisiani)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help