TribunKaltim/

Belum Punya Tempat Khusus, 9 Anak Terpaksa Dibina di Rutan Napi Dewasa

Kenakalan anak dan remaja kini lebih cenderung mengarah pada tindakan kriminal, buktinya, saat ini tercatat ada 9 anak yang menjadi warga binaan.

Belum Punya Tempat Khusus, 9 Anak Terpaksa Dibina di Rutan Napi Dewasa
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb ini sudah menampung lebih dari 700 narapidana, jumlah ini melebihi kapasitasnya. Didalamnya, juga ada 9 anak-anak yang menjalani hukuman pidana. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Kenakalan anak dan remaja kini lebih cenderung mengarah pada tindakan kriminal, buktinya, saat ini tercatat ada 9 anak yang menjadi warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Tanjung Redeb.

Kasusnya pun beragam, mulai dari pencurian, penganiayaan, pencabulan, narkoba hingga kasus pembunuhan. Dari 9 anak penghuni Rutan tersebut, ada yang masih harus menjalani masa tahanan beberapa tahun lagi.

Namun bukan pekerjaan mudah untuk memastikan anak-anak tersebut tidak mengalami tekanan psikologis, terlebih Rutan Tanjung Redeb sebenarnya Rutan yang dibangun untuk tahanan atau narapidana dewasa.

Selama ini, Rutan memisahkan anak-anak dan dewasa, demi menjami keamanan warga binaannya yang masih di bawah umur.

Pelaksana Harian, Pelayanan Tahanan, Rutan Tanjung Redeb, Winarno mengatakan, jika mengacu pada regulasi, anak-anak yang terlibat kasus kriminal dan harus menjalani hukuman, mestinya menempati Rutan khusus anak-anak.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada Rutan khusus anak di Kabupaten Berau.

“Jangankan Rutan khusus anak, perlakuan dalam proses hukum bagi anak di bawah umur saja kita bedakan dengan yang sudah dewasa. Mulai dari pemeriksaan, pengadilan dan lain-lain. Apalagi untuk penjara, semestinya dibedakan juga,” jelasnya.

Saat ini, kondisi Rutan Tanjung Redeb sudah melebihi kapasitasnya.

Melihat kondisi ini, pihaknya mulai memikirkan upaya antisipasi untuk menampung tahanan dan narapidana anak. Salah satunya adalah memindahkan mereka ke Rutan khusus anak yang ada di Kutai Kartanegara.

“Kalau memang sudah tidak memungkinkan lagi untuk ditahan di sini, bisa jadi kita alihkan ke Rutan anak yang sudah ada. Sementara ini, kami pisahkan blok anak dengan yang dewasa,” jelasnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help