TribunKaltim/

Penyidik KPK Disiram Air Keras

Istana Pilih Menanti Laporan Kapolri Terkait Pengungkapan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Presiden Joko Widodo memilih menanti kinerja polisi terkait penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Istana Pilih Menanti Laporan Kapolri Terkait Pengungkapan Kasus Penyerangan Novel Baswedan
Repro/KompasTV
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dibawa dengan menggunakan kursi roda saat akan diterbangkan ke Singapura dari RS Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke rumah sakit di Singapura untuk menjalani perawatan lebih intensif usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memilih menanti kinerja polisi terkait penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Sebab, sejak awal menyerahkan pengusutan kasus tersebut kepada kepolisian.

"Presiden kan sudah pernah jawab waktu itu. Serahkan ke Kapolri," kata Johan, Minggu (23/4/2017).

Johan tidak mengetahui apakah Presiden akan mengubah sikapnya itu, mengingat saat ini pengusutan oleh pihak kepolisian belum mengalami kemajuan yang berarti.

Padahal, penyerangan terhadap Novel sudah terjadi hampir dua pekan lalu.

"Kalau itu (sikap Jokowi saat ini) harus saya tanyakan dulu kepada Presiden," ucapnya.

Baca: Hampir Dua Pekan, Kakak Novel Baswedan Heran Polisi Belum Tangkap Pelaku Penyerangan

Baca: Aktivis Perempuan Minta Jokowi Bentuk Tim Independen untuk Kasus Novel

Sementara terkait penanganan kasus Novel yang belum mengalami kemajuan di kepolisian, Johan meminta hal itu ditanyakan langsung ke Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian.

"Tanya ke Kapolri. Karena waktu itu Presiden sudah memerintahkan ke Kapolri," ucapnya.

Halaman
1234
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help