TribunKaltim/

Pilgub Kaltim

Sofyan Hasdam Ungkapkan Maju di Pilgub Kaltim Harus Punya Duit!

Karena dengan memiliki kemampuan finansial, maka digunakan untuk keperluan biaya politik. Seperti membayar honor dua orang saksi di setiap TPS.

Sofyan Hasdam Ungkapkan Maju di Pilgub Kaltim Harus Punya Duit!
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Andi Sofyan Hasdam didampingi Said Alwi AS dan Suyatman (mantan Ketua PW Muhammadiyah Kaltim) mengembalikan formulir pendaftaran ke Tim Pilkada Kaltim, diterima langsung Ketua DPW PAN Kaltim, Darlis Pattalongi, di Rumah PAN Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (24/4/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kandidat bakal calon wakil gubernur Kaltim, Andi Sofyan Hasdam, menegaskan syarat untuk ikut bersaing memimpin di Kaltim harus memiliki "isi tas" atau uang.

Karena dengan memiliki kemampuan finansial, maka digunakan untuk keperluan biaya politik. Seperti membayar honor dua orang saksi di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara).

"Untuk menjadi pemimpin harus memiliki elektabilitas, kapasitas dan yang terakhir isi tas. Maksudnya duit. Jangankan mau maju di gubernur, jadi anggota DPR saja harus punya modal," tegas Sofyan Hasdam, Mantan Walikota Bontang, usai mengembalikan formulir pendaftaran sebagai kandidat calon wakil gubernur Kaltim, di Rumah PAN Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (24/4/2017).

‎Dengan tradisi seperti ini, menurut dia, secara bertahap harus diubah.

Baca: Pendaftaran Ditutup Hari Ini, PAN Kaltim Terima Lima Kandidat Cagub dan Cawagub

Modal atau kemampuan finansial untuk saat ini diperlukan untuk biaya politik. Misalnya membayar untuk dua orang saksi.

"Itu fakta, tapi bukan money politic. Kalau money politic biayanya lebih besar. Saya lihat di (Pilkada) Jakarta itu sudah bagus. Bahwa orang memilih bukan lagi berdasarkan uang atau sembako," ucapnya.

Menurut dia, jika orang memilih berdasarkan uang atau sembako, sistem politik sudah parah‎ tidak sesuai dengan hati nuraninya.

"Begitu dia (terpilih) mengecewakan‎, mau dituntut. Dia bilang menuntut apa, kan saya sudah bayar (pakai sembako). Oleh karena itu, yang harus kita tekan, biaya money politic. Ongkos politik tidak mungkin ditekan," tuturnya.

Untuk biaya pendaftaran di parpol-parpol, lanjut dia, biaya administrasi. Bukan biaya transaksi.

"Yang dilarang biaya transaksi. Misalnya, kami dukung Anda kalau menyiapkan segini. Itu tidak boleh‎, kalau ketahuan bisa ditangkap KPK," tambahnya.

Sofyan Hasdam yang memutuskan mencalonkan diri sebagai kandidat calon wakil gubernur Kaltim‎, sudah mendaftarkan diri di Partai Golkar dan PAN.

"Kalau masih ada yang buka, saya daftar. Karena kesibukan saya di DPP," tambah Sofyan. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help