Minggu, 3 Mei 2026

Berita Pemkab Kutai Timur

Tak Ada Sekat, Warga Difabel Juga Bisa Berprestasi

Senada, Sekda Irawansyah sepakat dengan perlunya kelengkapan data penyandang difabel di Kutim.

Tayang:
HO_HUMAS PEMKAB KUTIM
Pengurus NPC Kutim resmi dilantik di Hotel Royal Victoria, Jumat (21/4) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kepengurusan inti yang tergabung dalam armada National
Paralympic Committees (NPC) Kutai Timur (Kutim) periode 2015 – 2020 resmi dilantik di ballroom Hotel Royal Victoria, Jumat (21/4).

Pengambilan janji sumpah dibacakan lewat surat keputusan (SK) oleh Ketua NPC Kaltim Prasetiyanto, dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka kepada Ketua NPC Kutim, Kris Priyo disaksikan Sekda Irawansyah dan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) Kutim.

NPC merupakan komite olahraga penyandang difabel (cacat fisik dan mental), hampir mirip dengan KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia).

Ketua NPC Kaltim Prasetiyanto mengatakan struktur kepengurusan NPC Kutim  yang baru saja dikukuhkan memiliki agenda penting untuk menyukseskan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) 2018 mendatang, setelah gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) XV di Kutim.

“Tujuan dalam pelantikan ini yakni pembinaan bibit-bibit muda difabel mulai berusia 12 tahun hingga dewasa. Tercatat ada sekitar 450 anak difabel di Kutim namun menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Karena ada beberapa orangtua menutupi kondisi anak-anaknya membuat pencarian atlet sedikit terkendala,” ujar Prasetiyanto.

Namun dirinya tetap optimis pembinaan atlet-atlet terus dilakukan NPC. Mengingat dukungan dari Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kutim yang terus mengirimkan siswa-siswinya masuk dalam pemusatan latihan sekaligus seleksi.

“Atlet Kutim, Sudirman dari cabor catur masuk dalam kontingen Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di kancah event olahraga internasional yaitu ASEAN Para Games 2014 di Myanmar lalu,” kata Prasetiyanto.

Senada, Sekda Irawansyah sepakat dengan perlunya kelengkapan data penyandang difabel di Kutim.

Pemkab Kutim mendukung olahraga tidak hanya buat atlet normal. Tapi juga kaum difabel. Tidak ada perbedaan, difabel juga menjadi prioritas .

“Masyarakat tidak boleh tertutup. Harus terbuka jika anak-anaknya punya bakat dan kemampuan dalam berolahraga, meski dalam keadaan kurang fisik atau mental. Sebagai saran, NPC juga bersikap jemput bola dalam mencari atlet-atlet baru di Kutim. Semua berangkat dari motivasi dan kemauan, pasti bisa,” kata Irawansyah.

Ketua NPC Kutim Kris Priyo menambahkan saat Peparprov 2015 di Samarinda lalu, atlet difabel Kutim berhasil menorehkan tinta emas dengan menggondol 20 medali.

“Kami menurunkan 14 atlet, masing-masing 12 atlet pria dan dua wanita. Mereka membawa pulang 10 medali emas, lima perak, dan lima perunggu,” kata Priyo. (advertorial/hms13)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved