TribunKaltim/

Parenting

Ayah yang Baik, Tolong Jangan Lakukan Hal Ini pada Anak Ya. . .

Namun kini, ada beberapa cara menghukum yang sudah tidak relevan lagi untuk membuat anak menjadi menurut.

Ayah yang Baik, Tolong Jangan Lakukan Hal Ini pada Anak Ya. . .
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Sudah umum bila para orangtua seringkali kewalahan mengatur anaknya.

Maka sejak zaman kakek nenek pulalah kita mendengar berbagai cerita dan kebiasaan menghukum anak agar menurut.

Metode hukuman yang dilakukan seringkali menjadi kebiasaan yang diterima sebagai sesuatu yang wajar dari generasi ke generasi.

Namun kini, ada beberapa cara menghukum yang sudah tidak relevan lagi untuk membuat anak menjadi menurut.

Alih-alih mengajarkan disiplin, beberapa jenis hukuman malah bisa menimbulkan trauma dan luka batin pada anak. Apa sajakah cara-cara yang sebaiknya sudah tidak kita pakai lagi?

Pukulan di Bokong

Dahulu, bokong dianggap sebagai tempat yang wajar untuk dipukul karena tidak akan meninggalkan luka fisik.

Bahkan pada tahun 2014, dalam sebuah study, ada 76 persen ayah dan 65 persen ibu menganggap pukulan di bokong boleh saja dilakukan untuk menghukum anak.

Untunglah praktek seperti itu sudah banyak berkurang, karena berdasarkan penelitian, hukuman seperti itu ternyata tidak efektif, bahkan kontra produktif.

Study tahun 2016 yang dipublikasikan di Journal of Family Psychology meneliti kembali data riset 50 tahun tentang 160.000 anak yang pernah dihukum dengan pukulan di bokongnya.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help