TribunKaltim/
Home »

News

» Jakarta

Pilkada DKI Jakarta

Perajin Kebanjiran Pesanan Karangan Bunga untuk Diletakkan di Balaikota

"Biasanya kadang sepi, kadang ramai. Tapi yang sekarang dua hari terakhir memang ramai banget," ujarnya.

Perajin Kebanjiran Pesanan Karangan Bunga untuk Diletakkan di Balaikota
Warta Kota
Seorang pedagang bunga Cikini, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - Balai Kota DKI Jakarta sejak kemarin, Senin (25/4/2017), dibanjiri karangan bunga ucapan terimakasih kepada Ahok-Djarot yang dipesan warga-warga yang simpati terhadap keduanya.

Hal itu menyebabkan pengusaha karangan bunga yang berada di Jalan Cikini Raya kebanjiran omset pesanan.

Rizal (26), seorang pengusaha karangan bunga menyatakan dalam sehari, dirinya mengerjakan sebanyak 8 sampai 10 karangan bunga ucapan untuk Ahok-Djarot.

"Ramai banget, sejak Selasa kemarin, sekarang sudah ada 8 karangan bunga yang saya kerjakan," ujar Rizal di sentra pedagang bunga Cikini, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/4).

Tak hanya Rizal, pedagang bunga lain yang berada di sekitarnya juga kebanjiran omset yang sama banyaknya seperti Rizal.

Seperti Agus (45) misalnya, hingga siang ini masih mengerjakan karangan bunga.

"Ini saja masih ada dua, tadi pagi saya sudah kerjain sekitar 8 karangan yang semuanya dikirim ke Balai Kota," ucap Agus.

Meski banyaknya pesanan karangan bunga dalam satu hari tidak bisa diprediksi, namun ia mengakui dalam dua hari terakhir, dirinya kebanjiran pesanan.

"Biasanya kadang sepi, kadang ramai. Tapi yang sekarang dua hari terakhir memang ramai banget," ujarnya.

Satu karangan bunga dijual dengan harga yang variatif, bergantung dari tingkat kerumitan dan juga banyaknya bunga yang hendak dipasang di papan rangkaian.

Apabila pemesan menginginkan hiasan yang sederhana saja, satu papan dijual seharga Rp 650-750 ribu.

Sedangkan rangkaian dengan hiasan yang rumit dipatok dengan harga berkisar Rp 800-950 ribu. (Rangga Baskoro/Wartakota)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help