TribunKaltim/

Masuk secara Ilegal, Warga Malaysia Akhirnya Dideportasi

Jumiyo membenarkan kedua warga tersebut telah melakukan pelanggaran batas negara. Keduanya masuk unprosedural.

Masuk secara Ilegal, Warga Malaysia Akhirnya Dideportasi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan akhirnya mendeportasi Gan Hock Guy alias Gan (49), warga negara Malaysia yang diamankan petugas Imigrasi Nunukan, karena memasuki wilayah Republik Indonesia secara ilegal, yakni di Pulau Sebatik.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Bimo Mardi Wibowo, memastikan, petugas tidak mendapati unsur kesengajaan Gan, memasuki wilayah Republik Indonesia tanpa melalui jalur resmi. Apalagi, penyakit yang diderita Gan kambuh saat berada dalam ruang detensi.

‘’Sudah kami periksa ke dokter. Tekanan darahnya tinggi dan yang bersangkutan sedang mengalami sakit migrain berat,’’ ujarnya, Rabu (26/4/2017).

Gan ditangkap petugas saat sedang berada di Warung Makan Nelayan, Sungai Pancang, Kecamatan Sebatik Utara, Kamis (20/4/2017).

Pemilik paspor Malaysia Nomor A31229017 itu diamankan bersama seorang warga negara Indonesia Mansur bin Andi Syarifuddin (36), yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia di salah satu perusahaan di Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Keduanya masuk melalui jalur tikus seperti yang biasa dilewati TKI illegal.

Bimo mengatakan, keduanya telah dideportasi dengan menumpang MV Nunukan Ekspres melalui Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan menuju Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Sebelumnya Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan, Jumiyo membenarkan kedua warga tersebut telah melakukan pelanggaran batas negara. Keduanya masuk unprosedural karena jalur yang dilalui bukan jalur resmi.

‘’Itu melanggar pasal 117. Mereka keluar masuk tanpa melalui jalur dan dokumen imigrasi. Ancaman pidananya maksimal 1 tahun, denda Rp 100 juta. Kemungkinan P 21 atau bisa hanya denda administrasi keimigrasian berupa deportasi. Ini menunggu hasil pemeriksaan Kepala Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian,” ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help