TribunKaltim/

Prostitusi Terselubung Sulit Dilacak, HIV/AIDS Incar Pengguna Jasa PSK

Sebelum sejumlah lokasi protitusi ditutup, pihaknya menemukan beberapa PSK yang terjangkit HIV/AIDS.

Prostitusi Terselubung Sulit Dilacak, HIV/AIDS Incar Pengguna Jasa PSK
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Sejumlah PSK diamankan Satpol PP Berau. Sebelum lokalisasi dibubarkan, Dinas Kesehatan mendeteksi beberapa PSK yang terjangkit HIV/AIDS, setelah itu, keberadaan mereka tidak diketahui lagi. Dinas Kesehatan pun mengaku kesulitan memonitor penyebaran penyakit menular dan mematikan ini. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pemkab Berau melalui Satpol PP telah menutup seluruh lokalisasi maupun tempat-tempat prostitusi lainnya.

Meski begitu, penyebaran virus HIV/AIDS melalui hubungan seksual masih menjadi ancaman serius.

Pasalnya, meski tempat-tempat praktik prostitusi telah ditutup oleh aparat, nyatanya bisnis esek-esek ini masih terus berjalan.

Kuat diduga bisnis ini dioperasikan secara terselubung. Transaksinya yang dilakukan melalui jaringan internet, membuatnya semakin sulit terlacak.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Totoh Hermanto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penyebaran virus mematikan ini.

“Penyebaran HIV/AIDS itu tidak bisa dideteksi. Cepat. Bahkan yang sudah kena juga tidak bisa langsung dideteksi kalau tidak punya kesadaran untuk melakukan tes darah,” ungkapnya, Kamis (27/4/2017) pukul 16.00 Wita.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebelum sejumlah lokasi protitusi ditutup, pihaknya menemukan beberapa PSK yang terjangkit HIV/AIDS.

Namun setelah lokalisasi tersebut ditutup, pihaknya tidak mengetahui keberadaan para penderita HIV/AIDS tersebut.

Karena itu dirinya mengimbau masyarakat agar menghindari hubungan seksual secara bebas, terutama di tempat-tempat praktik prostitusi. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help