TribunKaltim/

BPD Kaltim Laporkan SPT Badan ke KPP Madya Balikpapan

Tercatat kinerja keuangan BPD Kaltim untuk tahun buku 2016, di mana laba kotor sebesar Rp 679,8 miliar, laba bersih dengan Rp 501,2 miliar.

BPD Kaltim Laporkan SPT Badan ke KPP Madya Balikpapan
TRIBUN KALTIM/AMANDA LIONY
Hairuzzaman, Direktur Human Capital dan Syariah BPD Kaltim, menyerahkan SPT Badan tahun buku 2016, kepada Ramdanu Martis selaku Kepala Kantor KPP Madya Balikpapan, Jumat (28/4/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kaltim (Bankaltim) melaporkan kewajibannya sebagai wajib pajak dengan melalui surat pemberitahuan tahunan (SPT) Badan untuk tahun buku 2016 di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Balikpapan, Jalan Ruhui Rahayu nomor 1, Balikpapan Selatan, Jumat (28/4/2017) pukul 14.30 Wita.

Tercatat kinerja keuangan BPD Kaltim untuk tahun buku 2016, di mana laba kotor sebesar Rp 679,8 miliar, laba bersih dengan Rp 501,2 miliar.

Tercatat pula BPD Kaltim berkontribusi dalam bentuk Pajak Penghasilan Badan pada negara sebesar Rp 169,5 miliar.

"Kontribusi BPD Kaltim pada negara dalam bentuk pajak penghasilan badan meningkat sebesar 27 persen dibanding 2015 sebesar Rp 133,5 miliar. Ini jelas membanggakan seiring meningkatnya laba pada 2016 sebesar Rp 679,8 miliar," ungkap Hairuzzaman, Direktur Human Capital dan Syariah BPD Kaltim.

Tak cuma itu, untuk pembayaran atau penyetoran pajak PPh 21 bagi seluruh pendapatan gaji karyawan BPD Kaltim sebesar Rp 22,3 miliar.

Dia menambahkan, begitu juga untuk penyetoran pajak atas produk simpanan BPD Kaltim berupa tabungan, giro, dan deposito sebesar Rp 69,6 miliar.

Hairuzzaman pun menjelaskan pangsa pasar BPD Kaltim diklaim lebih tinggi dibanding rata-rata 46 bank umum yang ada di Kaltim dan Kaltara, baik sisi aset, dana pihak ketiga (DPK), dan juga penyaluran kredit.

"Dengan share lebih dari 20 persen, market keuangan yang ada menunjukkan bahwa BPD Kaltim berkontribusi terhadap pembangunan di Kaltim dan Kaltara, dengan jumlah kantor 702 unit," ujarnya.

Keberhasilan ini menurutnya, karena BPD Kaltim sebagai lembaga atau perusahaan yang tak perlu menyetorkan pajak ke kantor pusat di kota lain, seperti perusahaan luar daerah yang banyak berdiri di Kaltim maupun Kaltara. (*)

Penulis: Amanda Liony
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help