TribunKaltim/

Pilgub Kaltim

Sudah Komunikasi tapi Gerindra dan PKS Belum Serius

Menurut dia, kandidat Yusran Aspar yang mendapatkan dukungan 10 DPC Partai Gerindra se-Kaltim, sebelumnya pernah melakukan komunikasi politik. Salah s

Sudah Komunikasi tapi Gerindra dan PKS Belum Serius
tribunkaltim.co/BUDHI HARTONO
Suterisno Thoha, Sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Proses komunikasi politik menjadi jembatan dalam urusan negosiasi politik jelang pemilihan gubernur (pilgub) Kaltim 2018.

Ini dikatakan Sekretaris DPD Partai Gerindra Kaltim, Suterisno Thoha, kepada Tribun.

Menurut dia, kandidat Yusran Aspar yang mendapatkan dukungan 10 DPC Partai Gerindra se-Kaltim, sebelumnya pernah melakukan komunikasi politik. Salah satu partai yang diajak komunikasi yakni PKS.

"Dulu komunikasi dengan PKS. Itu sebelum Rapimda. Komunikasi hanya sebatas membuka wacana. Belum terlalu jauh. Belum ada deal," ungkap Suterisno, yang menjabat Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kaltim, Jumat (28/4/2017).

Baca: Kandidat Cagub Kaltim Harus Cermat Berhitung

Baca: Partai Hanura Patok Harga Kursi Rp 350 Juta untuk Tingkat Kabupaten/Kota

Menurut dia, komunikasi dengan partai merupakan penjajakan politik sebelum memutuskan bergabung atau berkoalisi. Ia tidak menampik, akan ada bargaining ketika sudah ada kesepahaman kedua partai.

"Kalau waktu dengan PKS belum bicara apa-apa. Itukan biasa kalau partai bertemu partai jelang pilkada. Tapi, kalau sudah ada kesepakatan akan membahas persiapan agenda kerja kedua partai," ucapnya.

Disinggung soal jual beli kursi, Suterisno menegaskan, Partai Gerindra tidak melakukan itu. Contohnya, pilkada di DKI Jakarta mengusung Anis-Sandi.

Pasangan ini disetujui hanya untuk memenangkan pilkada. Bukan untuk mendapatkan sesuatu untuk partai. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help