TribunKaltim/

Sang Ayah Mengecat Kamar, Balitanya Jatuh Terjerembab ke Sumur Sedalam 12 Meter

Sekitar Pukul 20.30 Wita saksi mengecek ke dalam rumah dan melihat sandal korban berada di dekat sumur.

Sang Ayah Mengecat Kamar, Balitanya Jatuh Terjerembab ke Sumur Sedalam 12 Meter
Tribun Jabar/Tiah SM
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Para orangtua diminta berhati-hati menjaga anaknya. Seorang balita tewas terpeleset ke dalam sumur pada Jumat (28/4/2017).

Mohamad Farid Ali, balita tiga tahun, setelah terpeleset ke sumur yang baru selesai digali di lingkungan rumahnya, Jalan WR Supratman, Gang Sambex III Bugbugan, Denpasar Timur.

Kapolsek Denpasar Timur, Kompol Putu Indrajaya, menyatakan di bibir sumur sedalam sekitar 12 meter itu hanya ditutupi dengan sisa potongan kayu.

"‎Korban ditemukan meninggal dunia. Kami mengimbau supaya orangtua lebih waspada terhadap anaknya," ucap Putu saat dikonfirmasi Tribun Bali pada Sabtu (29/4/2017).

Moh Kosim (28) mengaku sebelum kejadian sedang mengecat di dalam kamar bersama putranya, Farid. Lokasi kamar tak jauh dari sumur.

Selang beberapa menit, korban tidak lagi bersama ayahnya. Akhirnya Kosim keluar rumah mencari Farid di rumah tetangga sambil memanggil namanya tapi tak kunjung muncul.

Saksi lain, Sahedi (37), mendekati Kosim yang sedang mencari anaknya. Ia memutuskan membantu Kosim mencari Farid di luar rumah.

Sekitar Pukul 20.30 Wita saksi mengecek ke dalam rumah dan melihat sandal korban berada di dekat sumur.

"Selanjutnya saksi membuka tutupan sumur melihat korban berada di bawah sumur dalam keadaan tengadah," ia menambahkan.

Sekitar ‎pukul 21.15 Wita personel Basarnas Benoa tiba di rumah Kosim, selanjutnya mengevakuasi korban tapi sudah meninggal.

"Korban hari ini akan diberangkatkan ke kampung halaman dengan alamat Desa Angsoka, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura," beber dia. (Tribunnews.com)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help