TribunKaltim/

Diupah Rp 50 Juta, Dua Tersangka Nekat Habisi Nyawa Samir, Ini Cara Mereka Hilangkan Bau Mayat

Saat ditelisik hubungan antara L dan korban, H Samir diketahui cukup dekat. L diketahui pernah terlibat bisnis dengan korban.

Diupah Rp 50 Juta, Dua Tersangka Nekat Habisi Nyawa Samir, Ini Cara Mereka Hilangkan Bau Mayat
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Kedua pembunuh bayaran, S (27) dan W (31) mengenakan penutup wajah saat ditanya Dir Reskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Hilman SIK SH MH, Senin (1/5/2017) di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kaltim. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kedua eksekutor pembunuhan pengusaha tambang dan alat berat Kabupaten Berau, S (27) dan W (31) tak kuasa menolak puluhan juta rupiah dari pria berinisial L yang diduga sebagai otak pembunuhan berencana tersebut.

"S dan W diupah Rp 50 juta, untuk mengeksekusi korban hingga tewas. Itu dibagi dua, masing-masing 25 juta oleh L," ujar Dir Reskrimum Polda Kaltim Kombes Pol Hilman SIK SH MH, Senin (1/5/2017) di Mapolda Kaltim. Uang dari upah membunuh korbannya dipakai membeli motor dan barang berharga lainnya.

Kepada penyidik, kedua pembunuh bayaran tersebut mengaku baru kali ini melakukan tindak pidana pembunuhan. Kendati demikian kedua pembunuh bayaran tersebut cukup cerdas mengeksekusi korbannya.

Usai menghabisi nyawa korban, mereka membuang jasad korban di kawasan Jalan Poros Kilometer 15, Labanan. 

"Masuk ke hutan sekitar 20 meter. Mereka buang jasad korban, lalu ditaburi kopi agar tak menimbulkan bau menyengat," ungkap Hilman.

Sejak dinyatakan hilang sejak 22 April lalu, enam hari kemudian barulah jasad korban ditemukan penyidik.

Penemuan jasad korban seraya ditangkapnya ketiga pelaku pembunuhan berencana tersebut.

"Pelaku kita temukan sebelum korban ditemukan. Hampir berbarengan itu," ujarnya.

Penyidik sementara ini masih mendalami motif pelaku, untuk sementara masih berkutat pada sakit hati gara-gara persaingan bisnis.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help