TribunKaltim/

May Day

Mahasiswa Gelar Aksi Damai, May Day Itu Momentum Perlawanan Bukan Dangdutan

Dalam orasinya, massa menilai saat ini penentuan upah buruh, tidak melibatkan buruh dalam menentukan nilai upah yang layak bagi buruh.

Mahasiswa Gelar Aksi Damai, May Day Itu Momentum Perlawanan Bukan Dangdutan
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) menggelar aksi damai peringatan hari buruh sedunia di depan Univeritas Mulawarman, Jalan M Yamin, Senin (1/5/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) menggelar aksi damai di depan gerbang Universitas Mulawarman (Unmul), Jalan M Yamin, Senin (1/5/2017).

Aksi tersebut dilakukan memperingati hari buruh sedunia, yang jatuh setiap tanggal 1 Mei atau biasa disebut May Day.

Kendati tidak melakukan aksi bersama buruh, namun mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan itu tetap menyuarakan aspirasinya untuk memperjuangkan hak-hak buruh.

Dalam orasinya, massa menilai saat ini penentuan upah buruh, tidak melibatkan buruh dalam menentukan nilai upah yang layak bagi buruh.

Hal itu diperparah dengan, penentuan upah yang disesuaikan dengan pertumbuhan perekonomian oleh pemerintah dan juga pemilik modal, bukan ditentukan oleh kebutuhan hidup buruh.

Baca: Dukungan untuk Jaang Maju di Pilgub Bergema di Peringatan Hari Buruh

"Tidak kita pungkiri saat ini banyak serikat buruh yang malah melemahkan kaum buruh. Bahkan, peringatan May Day ini tidak lagi menjadi momentum perlawanan buruh untuk tentukan nasibnya sendiri, malah ada yang lakukan acara dangdutan atau perayaan seremonial dengan pemerintah," ungkap Humas aksi, Angga Kusuma, Senin (1/5/2017).

Lanjut dia menjelaskan, pada 2016 silam, ribuan buruh harus dirumahkan karena krisis yang terjadi, dengan banyaknya perusahaan tambang yang tutup membuat buruh terkena imbas.

Belum lama ini buruh yang bekerja di salah satu perusahaan yang terdapat di Muara Badak terancam di pecat.

Bahkan guna memuluskan langkah perusahaan, tidak sedikit buruh yang dikriminalisasi.

"Kita kembalikan serukan tentang kondisi saat ini di Kaltim, saat ini kondisi di Kaltim tidak baik-baik saja. Dan, seharusnya buruh buat gerakan independen untuk tentukan nasib sendiri, dan May Day merupakan momentum perlawanan," tegasnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help