TribunKaltim/

TKI Ilegal Masuk Malaysia Gunakan Paspor Turis

Yang tidak kalah banyaknya, calon TKI yang masuk secara ilegal melalui jalan tikus ke Malaysia.

TKI Ilegal Masuk Malaysia Gunakan Paspor Turis
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Para TKI yang dideportasi dari Sabah, Malaysia ke Indonesia melalui Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Menggunakan paspor turis merupakan salah satu cara para calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) ilegal masuk ke Negara Bagian Sabah, Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan.

Setelah masuk ke Malaysia, calon TKI ini kemudian memilih bekerja secara ilegal tanpa dokumen ketenegakerjaan yang resmi.

Staf Keimigrasian pada Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Ujo Sujoto mengatakan, para calon TKI itu saat di Nunukan melalui pemeriksaan petugas Imigrasi, sebagai turis.

“Yang akhirnya overstay karena waktu 30 hari yang diberikan oleh Imigrasi digunakan bekerja bertahun-tahun,” ujarnya, Senin (1/5/2017).

Ada juga calon TKI yang masuk ke Malaysia secara resmi melalui proses semestinya termasuk mengurus izin tinggal di Sabah. Namun proses yang mereka jalani di Indonesia terkategori ilegal.

"Satu lagi yang kasusnya hanya ada di Sabah. Lahir dan besar di Sabah, tidak punya dokumen. Ini banyak kasusnya. Tinggal di Malaysia ikut orang tua, lucunya ditangkap, dideportasi, besoknya ada lagi di Sabah,’’ ujarnya.

Yang tidak kalah banyaknya, calon TKI yang masuk secara ilegal melalui jalan tikus ke Malaysia.

Para TKI illegal yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Pulau Sulawesi hingga Pulau Jawa ini memutuskan masuk melalui jalur ilegal, meskipun sadar resiko yang akan mereka hadapi seperti ditangkap aparat di Malaysia.

‘’Masuk melalui jalur samping atau jalur haram, ini yang paling banyak. Permasalahan yang cukup riil dan menyita perhatian,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan ini merupakan fakta yang tak bisa dibantah. Hal tersebut terjadi karena luasnya wilayah pesisir di Pulau Kalimantan sehingga banyak jalur pendaratan ilegal.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help