TribunKaltim/

Hari Pendidikan Nasional

Ironis, Belasan Tahun Pasutri Guru di Kabupaten Terkaya Ini Tinggal di Rumah yang Nyaris Rubuh

Tak hanya miring, tiap ujung seng pada bagian depan rumah sudah terangkat, tirai kain hijau kelabu berkibar-kibar menutupi kusen tanpa daun jendela.

Ironis, Belasan Tahun Pasutri Guru di Kabupaten Terkaya Ini Tinggal di Rumah yang Nyaris Rubuh
KOMPAS.com/Dani Julius
Saat Maselan di rumahnya yang sudah reyot. 

TRIBUNKALTIM.CO, DELTA MAHAKAM - Sebuah rumah kayu berkelir pudar berdiri pada tonggak-tonggak kayu ulin di belakang Sekolah Dasar Negeri 14 Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Desa Tani Baru merupakan desa terluar di muara Sungai Mahakam, bersebelahan dengan Selat Makassar.

Seperti kepala yang terkulai karena leher tak mampu menyangga dengan baik, begitu pula rumah kayu ini. Dari sisi mana pun dipandang, rumah itu terlihat miring.

Tak hanya miring, tiap ujung seng pada bagian depan rumah sudah terangkat, tirai kain hijau kelabu berkibar-kibar menutupi kusen tanpa daun jendela luar.

Langit terasnya bolong. Beberapa kayu pada dinding luar tampak keropos dan lapuk. Lantai terasnya amblas hampir selutut.

Memasuki rumah itu, aroma apak menyambut. Setiap langkah menimbulkan derit. Pertama, di ruang tamunya seluas 3x3 meter.

Apak berasal dari arah dinding yang kelabu dan basah, lantai kayunya empuk, dingin, lembab, keropos, tetapi ditutupi terpal. Ruang utama itu dibiarkan kosong melompong.

Baca: Meniti Jembatan Kayu, Anak-anak di Delta Mahakam Akhirnya Bisa Bersepeda ke Sekolah

Ada ruangan lain dengan ukuran sama, yakni kamar depan yang tidak berjendela tadi, kamar samping yang lantainya sudah terbuka, serta sebuah bangunan WC yang jebol dan menganga.

Langit-langit terkoyak dan tampak compang-camping dari bagian teras sampai kamar tengah.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help