TribunKaltim/

Hari Pendidikan Nasional

Meniti Jembatan Kayu, Anak-anak di Delta Mahakam Akhirnya Bisa Bersepeda ke Sekolah

Setelah lonceng waktu pelajaran usai di SDN 14 Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kukar berbunyi, mereka langsung berlari mengambil seped.

Meniti Jembatan Kayu, Anak-anak di Delta Mahakam Akhirnya Bisa Bersepeda ke Sekolah
KOMPAS.com/Dani Julius
Jembatan membelah tambak-tambak sepanjang 7 km ini menghubungkan 3 dusun di Tani Baru. Siswa pergi dan pulang sekolah adalah warga yang paling sering memanfaatkan jembatan ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, DELTA MAHAKAM - Jembatan ini masih belum kering benar setelah pagi diguyur hujan. Dari bahan kayu ulin, jembatan jadi semakin hitam karena basah, licin mengilat dan mesti hati-hati menitinya.

Namun, Aldo Saputra dan teman-temannya tidak peduli. Setelah lonceng waktu pelajaran usai di SDN 14 Desa Tani Baru, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berbunyi, mereka langsung berlari mengambil sepeda, menaikinya, lantas mengayuh lincah menyusur jembatan ini.

“Sudah biasa. Tidak pernah jatuh,” kata Aldo yang mengaku tidak takut licin.

Dia bahkan mengayuh sepedanya sambil membonceng temannya menuju Kampung Makassar.

Konstruksi jembatan ini kayu ulin mulai dari tonggak pondasi, kerangka, hingga lantai. Lebarnya setara rentang dua tangan orang dewasa. Jaraknya tak bisa diukur hanya pakai mata telanjang.

Sejauh mata memandang, jembatan membelah petak-petak tambak hingga hilang di batas cakrawala. Lantai jembatan berada sejauh jangkauan kaki di atas permukaan air tambak yang tidak beriak.

Banyak siswa menyukai bersepeda di lintasan ini untuk pergi atau pulang sekolah. Jarak antar satu dusun dengan lainnya antara 2 hingga 4 km. Ini salah satu alternatif jalan antar dusin di Delta Mahakam, muara Sungai Mahakam.
Banyak siswa menyukai bersepeda di lintasan ini untuk pergi atau pulang sekolah. Jarak antar satu dusun dengan lainnya antara 2 hingga 4 km. Ini salah satu alternatif jalan antar dusin di Delta Mahakam, muara Sungai Mahakam. (KOMPAS.com/Dani Julius)

Jembatan yang dibangun bertahap dari tahun 2012 hingga 2016 ini tidak bernama. 

Semua material pembangunan, mulai dari kayu, mur, baut, dan alat kerjanya, bahkan tenaga ahli pembangunannya disumbang salah satu kontraktor minyak dan gas yang menjalankan operasi tak jauh dari sana. Dengan melibatkan warga setempat, jadilah jembatan itu.

“Pembangunannya bertahap hingga lebih dari 7 kilometer,” kata Suprapti, staf bagian infrastuktur dan air bersih dari Divisi CSR Total E&P Indonesie (TEPI).

Tiga dusun di dalam Tani Baru terhubung karena jembatan ini, yakni Tani Baru Dalam, Kampung Makassar, dan Muara Ilo sebagai ibukota desa di kawasan Delta Mahakam.

Halaman
12
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help