TribunKaltim/
Home »

Opini

Berita Pemkab PPU

Siapkan Anak Didik yang Bisa Kuasai Iptek dan Miliki Karakter

PENDIDIKAN merupkan upaya suatu negara untuk memungkinkan masyarakat atau rakyatnya sejajar, bahkan lebih dibandingkan dengan negara lain

Siapkan Anak Didik yang Bisa Kuasai Iptek dan Miliki Karakter
DOK TRIBUN
Marjani 

# Refleksi Hardiknas Antara Masa Lalu, Masa Kini dan Masa Akan Datang 
Oleh Marjani (Kadisdikpora PPU)

PENDIDIKAN merupkan upaya suatu negara untuk memungkinkan masyarakat atau rakyatnya sejajar, bahkan lebih dibandingkan dengan negara lain. Dengan pendidikan memungkinkan setiap individu manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagian hidup, dan dengan pendidikan pula harkat dan martabat hidup dapat tercapai serta terlindungi.

Oleh karena itu, pada masa lalu, yaitu pada masa kolonial di mana pendidikan yang hanya berorientasi kebendaan, harta, derajat awal (keturunan) yang mengabaikan nilai-nilai sosial, budaya , etika, norma.

Di era setelah kemerdekaan dikoreksi oleh Nation Builder's, ruh pendidikan setelah Indonesia merdeka, yg didasarkan pada terwariskannya semangat juang kemerdekaan yang terpatri para dada para pejuang pendidikan utk membangun bangsa dan negara Indonesia itulah di era tahun 1980 pendidikan di Indonesia menjadi salah satu bangsa yg cukup disegani dan dijadikan rujukan Negara-negara Asia Pasifik.

Tidak sedikit di era tersebut perguruan tinggi favorit di Indonesia diminati mahasiswa mancanegara. Demikian juga alumni perguruan tinggi dari Indonesia bekerja di luar negeri, mulai dari industri. pemerintahan (konsultan pendidikan) sampai peneliti dengan salery/jasa/gaji/biaya kinerja/pengakuan dan penghargaan intelektual yg tinggi, guna mensejahterakan hidup bagi manusia terdidik.

Di dunia internasional, kualitas pendidikan Indonesia berada di peringkat ke-64 dari 120 negara di seluruh dunia berdasarkan laporan tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012. Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan (Education Development Index, EDI), Indonesia berada pada peringkat ke-69 dari 127 negara pada 2011.

Tahun 2013, Indonesia menempati posisi 121 dari 185 negara dalam Indeks Pembangunan Manusi (IPM) dengan angka 0,629. Dengan angka itu Indonesia tertinggal dari dua negara tetangga ASEAN yaitu Malaysia (peringkat 64) dan Singapura (18), sedangkan IPM di kawasan Asia Pasifik adalah 0,683.

Ini artinya dari akselerasi outcome penyelenggaraan pendidikan di Indonesia ada permasalahan, ini yang sedang terjadi saat ini. Ada 3 hal minimal, yaitu pemerataan, biaya , dan kualitas pedidikan.

Pemerataan atau akses pendidikan terutama di daerah yang geografisnya sulit dan terkonsentrasi serta berjauhan. Kondisi alamiah pada sebagian daerah di Indonesia ini seakan tidak terdeteksi oleh para pengambil kebijakan di pusat, hal ini terbukti diundangkannya UU Nomor 23 th 2014 tentang Pemerintahan Daerah, di mana penyelenggaraan pendidikn menengah (SMA dan SMK) merupakan kewenangan pemerintah provinsi.

Penyelenggaraan pendidikan menengah tidak akan efektif dan efisien karena secara geografis SMA dan SMK berada jauh dari ibu kota provinsi. Tentu hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah, pemda dan para wakil rakyat.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help