TribunKaltim/

Berita Pemkab PPU

Yusran Aspar akan Mulai Bangun Jalan Tol Teluk Balikpapan dari Sisi Penajam

proses pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia ini telah memperoleh izin Menteri Perhubungan dan disepakati oleh PT Pertamina

Yusran Aspar akan Mulai Bangun Jalan Tol Teluk Balikpapan dari Sisi Penajam
TRIBUN KALTIM / BUDHI HARTONO
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM-Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Yusran Aspar mengatakan semua proses administrasi pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan saat telah memasuki tahap penyelesaian.

Menurutnya, proses pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia ini telah memperoleh izin dari Menteri Perhubungan dan memperoleh kesepakatan dari PT Pertamina terkait ketinggian jembatan.

“Detail Engineering Design (DED) dan Amdal jembatan juga telah selesai. Tahap selanjutnya adalah penyertaan modal awal dalam konsorsium masing-masing dari Perusda PPU, Perusda Balikpapan, Perusda Provinsi Kaltim dan PT. Waskita Karya." jelas Yusran.

"Selanjutnya kami juga akan menyampaikan dokumen yang telah diselesaikan tersebut kepada BPJT yang dilanjutkan dengan proses tender investasi,” tambahnya.

Menurut Yusran, informasi yang diterima dari PT Waskita Karya sebagai pemerkasa pembangunan jembatan ini, bila sudah sampai kepada Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), maka tak lama lagi akan digelar ground breaking pembangunan jembatan tersebut dan akan dimulai dari sisi Penajam.

Yusran menambahkan, untuk ketinggian jembatan tersebut tetap sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati yaitu 50 meter dari permukaan air laut pasang tertinggi. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak lanjutnya, juga sudah setuju jika ketinggian jembatan ini 50 meter, karena ketinggian itu sudah sangat ideal dan masih bisa dilalui kapal-kapal besar.

Pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan ini kata dia, selain menghubungkan Kota Penajam dan Balikpapan, juga akan menjadi jembatan yang akan langsung terhubung dengan Bandara Internasional Sepinggan dan jalan tol Balikpapan-Samarinda. Jembatan tersebut juga menjadi penghubung bagi Trans Kalimantan.

Sementara itu dalam rapat koordinasi rencana pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan telah dilaksanakan di Gedung Direktorat Kenavigasian Kementerian Perhubungan Jakarta yang dipimpin langsung Kasubdit Penataan Alur dan Pelintasan Direktorat Kenavigasian Dian Nordiana. Dalam pertemuan menghasilkan beberapa poin terkait rencana pembangunan jembatan terpanjang di Kalimantan itu.

Kegiatan rapat koordinasi yang informasinya langsung dimonitor Presiden Joko Widodo dan telah dikoordinasikan dengan stakeholders ini membahas aspek teknis lebih lanjut dalam perencanaan vertikal dan horizontal Jembatan Tol Teluk Balikpapan.

Dalam paparannya Dian Nordiana mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut atas nama Menteri Perhubungan telah menerbitkan surat nomor : PR002/12/14 phb 2015 Tahun 2015 perihal persetujuan ruang bebas (clearance) Jembatan PPU-Balikpapan, dengan ketinggian ruang bebas jembatan yang diizinkan adalah 50 meter dari Highest High Water Level (HHWL)

Sementara itu dalam paparannya Pimpinan PT. ITS Kemitraan atas nama PT. Tol Teluk Balikpapan mengungkapkan bahwa rencana pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan telah tercantum dalam RTRW Nasional dan program Gubernur Kalimantan Timur untuk pengembangan Kawasan Industri Kariangau dan Buluminung.

Perencanaan clearance mengacu pada Permenhub Nomor 129 Tahun 2016 tentang alur pelayaran laut dan bangunan atau instalasi diperairan.

Untuk masuk ke area perairan Balikpapan kata dia, lalulintas kapal harus melalui alur pelayaran yang lebarnya 90-200 meter dan kedalaman 11 meter HWL. Dalam studi diperoleh clearance pertikan 50 meter dari HHWL clearanco horizontal 415 meter, tinggi pylon jembatan maksimal 143 meter di atas level runway Bandar Udara Sepinggan.

“Menurut aturan dalam Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandar Udara Sepinggan Balikpapan, tinggi bangunan yang diizinkan adalah tidak boleh lebih dari 150 meter diatas level runwai bandara,“ jelasnya.(advertorial/humas6)

Penulis: Samir
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help