TribunKaltim/

Ekonomi Lesu, Peredaran Uang Kartal di Balikpapan Menurun

Menurut Thomy, uang keluar yang lebih rendah dari uang masuk disebut sebagai konsekuensi dari melambatnya perekonomian di suatu daerah.

Ekonomi Lesu, Peredaran Uang Kartal di Balikpapan Menurun
Net/Google
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Peredaran uang kartal sepanjang 2016 hingga kuartal I/2017 di kawasan Balikpapan dan sekitarnya di bawah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan mengalami penurunan.

Diakui Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kpw BI Balikpapan, Thomy Andryas, penurunan tersebut sejalan dengan tren musiman yang memang selalu rendah di tiap awal tahun.

"Ini memang mengikuti tren musiman awal tahun, pasti menurun dan tercatat lebih rendah dari biasanya," ungkapnya, Rabu (3/5/2017).

Dari data yang dihimpun bank sentral, peredaran uang di Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU) dan Grogot periode Januari hingga November 2016 sebesar Rp 69,33 miliar.

Hal ini terlihat dari total uang keluar (outflow) sebesar Rp 3,59 triliun dan uang masuk (inflow) mencapai Rp 3,66 triliun.

Jumlah uang yang beredar tersebut lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

Menurut Thomy, uang keluar yang lebih rendah dari uang masuk disebut sebagai konsekuensi dari melambatnya perekonomian di suatu daerah.

Di periode tertentu, uang keluar sepanjang 2016 menurun signifikan.

Sepanjang Juli yang juga bertepatan dengan momentum Ramadhan dan Lebaran, tercatat outflow menurun 70,66 persen dari periode yang sama tahun 2015, dengan total outflow Rp 342 miliar dan inflow Rp 716 miliar.

Penurunan signifikan pun terjadi Oktober lalu yakni sebesar 58,57 persen.

"Bahkan permintaan uang selama libur perayaan Natal, mengalami penurun dibanding periode yang sama tahun 2015. Ini memang karena pengaruh ekonomi yang masih terasa," katanya. (*)

Penulis: Amanda Liony
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help