TribunKaltim/

Pencairan Anggaran Pendahuluan untuk Pendidikan dan BKOM Disetujui, Ini Nilainya

Selain itu, Bere menambahkan, inventarisasi dan pengamanan aset SMK dan SMA dan dana bencana alam.

Pencairan Anggaran Pendahuluan untuk Pendidikan dan BKOM Disetujui, Ini Nilainya
TRIBUN KALTIM / ANJAS PRATAMA
Asisten III Pemprov Kaltim, Bere Ali. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Kaltim, Bere Ali menyebutkan, rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran DPRD Kaltim menyetujui pembahasan pendahuluan anggaran Perubahan APBD 2017 telah disetujui untuk keperluan pendidikan dan guru.

Antara lain, khusus untuk Bantuan Operasional Daerah (Bosda), Tunjangan Profesi Pendidikan (TPP) guru, gaji honor guru non PNS sebesar Rp 340.865.600.000

"Ditambah beberapa poin yang kita tambahkan, adalah Bosnas tahun 2016 yang belum tersalurkan (sumber dana Silpa). Itu sudah disepakati. Dan BKOM (Balai Kesehatan Mata dan Olahraga Masyarakat) itu untuk pengadaan obat-obatan, untuk peningkatan pelayanan," kata Bere Ali, ‎usai mengikuti rapat tertutup di lantai 9 Hotel Selyca, Samarinda, Rabu (3/5/2017).

‎Selain itu, Bere menambahkan, inventarisasi dan pengamanan aset SMK dan SMA dan dana bencana alam.

"Itu sampai sekarang kita belum melakukan inventarisasi. Dana bencana alam itu kan dana pusat yang peruntukannya Rp 100 juta. Mau tidak mau itu harus kita keluarkan," tambahnya.

‎Dana tersebut bersumber dari proyeksi pendapatan Kaltim selama tahun 2017 berjalan.

Hanya saja, untuk alokasi pendidikan, anggarannya sudah ada di Dinas Pendidikan.

"Hanya saja ada pergeseran mata anggaran. Itu harus direvisi ke DPRD," ujrnya.

‎Total jumlah usulan persetujuan anggaran pendahuluan P-APBD 2017 sebesar Rp 372.022.860.000 khusus untuk guru dan pendidikan. Serta Rp 35 miliar untuk BKOM dan inventarisasi aset dan bencana alam.

"Sekitar Rp 400 miliaran. Tetapi, harus dipilah, Rp 372 miliar sudah ada anggarannya, hanya pergeseran mata anggaran. Sedangkan sisanya Rp 35 miliar dari pendapatan itu (proyeksi penerimaan tahun 2017 yang berjalan)," tambahnya. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help