TribunKaltim/

Dugaan Pungli di TPK Palaran

Demi Keberlangsungan Organisasi, Ini yang Akan Dilakukan Ketua Baru Komura

"Harus dipisahkan masalah hukum yang mendera pengurus dengan keberlangsungan organisasi Komura"

Demi Keberlangsungan Organisasi, Ini yang Akan Dilakukan Ketua Baru Komura
tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto
Beberapa anggota Komura tampak berbicang di depan kantornya yang diberi garis batas polisi, Rabu (22/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Terpilih Komura, Hesruddin Gaffar, mengatakan tugas memimpin Komura kedepan sangat berat.

Dirinya bersama jajaran pengurus baru harus melepaskan belenggu yang membuat Komura tak lagi bisa beroperasi.

"Bagaimana caranya agar police line di Komura bisa lepas. Buruh bisa dibayar. Klinik kesehatan bisa buka lagi," kata Hesruddin yang saat dihubungi sedang berada di Jakarta.

Hesruddin menuturkan, pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Bareskrim Mabes Polri, buruh dalam posisi hanya menerima panjar 30 persen.

"PBM (Perusahaan Bongkar Muat) enggan membayar sisa upah buruh. Padahal pekerjaan sudah selesai. Kita paham, posisi Komura saat ini membuat PBM juga takut tersangkut hukum bila membayar," urai Hesruddin.

Setelah melalui berbagai diskusi baik sesama anggota, maupun dengan Walikota Samarinda Syaharie Jaang dan Disperindagkop, akhirnya sebagian anggota Komura yang didominasi kaum muda, sepakat menggelar RALB.

"Harus dipisahkan masalah hukum yang mendera pengurus dengan keberlangsungan organisasi Komura. Silakan proses hukum jalan. Tetapi 1.200 anggota ini harus ada yang urus. Karena, PBM sudah tidak mengakui legitimasi pengurus lama," katanya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help