TribunKaltim/

Boyong Instruktur dari Tiongkok, Ajarkan Pelaku UMKM Berdagang Secara Online

Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku UKM, panitia peresmian PLUT-KUMKM mengadakan pelatihan diisi beberapa pemateri.

Boyong Instruktur dari Tiongkok, Ajarkan Pelaku UMKM Berdagang Secara Online
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Pemaparan bisnis online oleh perwakilan Alibaba.com. Mereka menjelaskan tentang pentingnya e-commerce dalam memasarkan produk UKM. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Demi meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pelaku UKM, panitia peresmian PLUT-KUMKM mengadakan pelatihan diisi beberapa pemateri.

Salah satu pemateri adalah dari Alibaba.com, salah satu situs e-commerce terkemuka di dunia dari Tiongkok.

Nick Yen, instruktur yang diboyong langsung dari Negeri Tirai Bambu didampingi Wichi Lee, Manager dari PT Global Jet Express yang merupakan partner resmi dari Alibaba.com menjelaskan tentang pentingnya e-commerce dalam memasarkan produk UKM.

"Secara umum kita melihat potensi paling besar di Kalimantan adalah hasil alam, cuma karena dalam dua-tiga tahun terakhir banyak pengusaha yang drop jadi banyak para pelaku ekspor yang berhenti. Dengan munculnya Alibaba kami mencoba membantu yang tersisa ini untuk terus bertahan dan kalau bisa memunculkan pemain-pemain baru," ujarnya kepada Tribun Kaltim, Kamis (4/5/2017).

Baca: Empat Kampung Digital UMKM Didirikan di Kaltim

Sebagai marketplace yang sudah mendunia, Alibaba berniat masuk membantu para pelaku usaha kecil untuk mengembangkan bisnis di dunia internasional.

Caranya mengajak mereka untuk beriklan di Alibaba.com. Dengan begitu setiap produk yang dibuat dapat dilihat dan diakses oleh pembeli internasional.

"Perkembangan potensi UKM di Indonesia sangatlah pesat. Hal itulah yang menyebabkan Alibaba langsung terjun ke Indonesia dan memilih J&T Express sebagai agen utama karena kita melihat peluang besar di Indonesia dimana negara-negara lain yang potensinya tak sebesar Indonesia sudah berkembang terlebih dahulu sementara Indonesia sendiri masih tertinggal," ujarnya.

Saat ini Lee menjelaskan sudah ada lebih dari 20 usaha asal Kaltim yang sudah beriklan di situsnya tersebut.

Kebanyakan dari mereka bergerak di sektor makanan seperti amplang, kopi, madu, batik, bahkan penjual kapal.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Afridho Septian
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help