TribunKaltim/

Kerjasama Pemerintah, BRI Bantu Permodalan UMKM

Hingga kini para pelaku UMKM di Indonesia masih sering kesulitan mendapatkan akses pemodalan di bank.

Kerjasama Pemerintah, BRI Bantu Permodalan UMKM
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Pengunjung berbelanja di UMKM P3 UKM Disperindag. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hingga kini para pelaku UMKM di Indonesia masih sering kesulitan mendapatkan akses pemodalan di bank.

Hal ini karena sulitnya mendapatkan perizinan dari pemerintah.

Namun kini BRI bekerjasama dengan pemerintah, dalam hal ini kecamatan berhak menerbitkan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK).

Supriyatno, Manajer Pemasaran BRI Cabang Samarinda 1 menjelaskan, selain dapat memangkas persyaratan seperti SIUP dan TDP, IUMK juga dapat digunakan pelaku usaha untuk mendapatkan dana segar dari perbankan.

"Izin ini bisa memangkas persyaratan untuk usaha misal SIUP dan TDP. Jadi cukup satu lembar saja mereka bisa mengajukan kredit ke BRI. Sampai April kemarin itu kami sudah menyalurkan lebih dari Rp 150 miliar untuk KUR di Samarinda saja. Itu lebih dari sebelas ribu nasabah," ujarnya kepada Tribun Kaltim, Kamis (4/5/2017).

Baca: Boyong Instruktur dari Tiongkok, Ajarkan Pelaku UMKM Berdagang Secara Online

Ia mengaku jumlah tersebut didominasi oleh debitur kredit usaha mikro (KUR) mikro, sedangkan untuk KUR ritel Supriyatno mengungkapkan hanya menggelontorkan untuk kurang lebih 150 usaha saja. Di segmen KUR mikro sendiri, limit kredit hanya Rp 25 juta sedangkan ritel mulai dari Rp 25 juta hingga maksimal Rp 500 juta.

"Skema kredit kita itu bisa jadi modal kerja dan untuk investasi. Untuk modal kerja itu untuk barang bergerak sedangkan investasi untuk barang tidak bergerak. Kita lihat juga nanti cocoknya nasabah itu mengambil sebagai modal atau investasi. Jangka waktu modal kerja itu sampai tiga tahun sedangkan investasi sampai empat tahun. Cicilan menurun bunga sembilan persen sesuai ketentuan pemerintah. Itu fix sampai lunas dan sampai sekarang masih yang termurah dari segala macam jenis kredit," jelasnya.

Melalui peresmian tersebut, ia berharap para pelaku usaha di Kaltim khususnya Samarinda dapat tumbuh lebih cepat. Sebab ia mendapati kesan bahwa UKM di Kaltim seolah-olah masih berjalan sendiri. Dengan IUMK tersebut, mereka kini sudah memiliki legalitas dan berhak mengakses kredit.

"Dengan layanan terpadu ini masalah lain seperti bimbingan bagaimana bisa berdaya saing lebih, membuat produk yang bermutu, dan sebagainya bisa menambah kualitas UKM kita," harapnya.

Baca: Empat Kampung Digital UMKM Didirikan di Kaltim

Rizal Basir selaku Branch Manager Bank Mandiri Cabang Antasari mengklaim bahwa pihaknya selalu intens dalam memberikan fasilitas penambahan modal khususnya kredit usaha rakyat (KUR) baik dari segmen ritel maupun mikro.

"Di tahun 2016 kemarin berdasarkan perhitungan OJK kami termasuk penyalur kredit usaha sektor KUR terbaik di Samarinda. Sampai saat ini kami masih tetap intens terhadap sektor-sektor yang menjadi kriteria yang menjadi ukuran sektor pemberian kredit itu sendiri. Kalau kami sendiri setiap tahun untuk satu cabang saja setiap tahun mengucurkan kurang lebih Rp 30 miliar. Itu cukup tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain. Kalau pertumbuhan kami tumbuh 30 persen dari sebelumnya," sebutnya.

Tidak terlepas dari pemberian kredit ini Bank Mandiri pun memberikan edukasi bagaimana mengelola uang sehingga mereka tidak terjerat dalam penggunaan dana itu sendiri yang ujung-ujungnya membuat mereka tidak mampu membayar pelunasan kredit.

"Jadi kami selalu memposisikan diri kami sebagai konsultan, tidak hanya sebatas sebagai kreditor tapi kita juga melakukan pembimbingan personal karena UKM ini tidak seperti usaha menengah ke atas yang notabene memiliki struktur manajemen yang hebat. Mungkin ke depannya kita akan membangun sebuah rumah komunitas debitur agar dapat bertukar pikiran antara satu dengan yang lainnya," ujar Basir. (*)

Penulis: Muhammad Afridho Septian
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help