TribunKaltim/
Home »

News

» Etam

Disnaker Kaltim Kembali Gelar Job Market Fair, Sebanyak 1.355 Lowongan Kerja Disiapkan

"Kalau yang ini (JMF 2017) bisa terserap separuh saja dari jumlah lowongan itu, saya sudah bersyukur sekali"

Disnaker Kaltim Kembali Gelar Job Market Fair, Sebanyak 1.355 Lowongan Kerja Disiapkan
tribunkaltim.co/Anjas Pratama
Beberapa pencaker saat mengisi formulir di tengah ruangan JMF Kaltim, Kamis (4/8/2016). 

Dalam JMF kali ini, kualifikasi pendidikan yang diperlukan paling banyak di level SMA, Diploma III dan Strata I.

Lima Ribu Naker

Para pencari kerja sedang melihat lowongan pekerjaan yang disediakan dalam gelaran JMF Kaltim 2015 di di Ruang Serbaguna Stadion Sempaja, Samarinda, Selasa (1/9/2015).
Para pencari kerja sedang melihat lowongan pekerjaan yang disediakan dalam gelaran JMF Kaltim 2015 di di Ruang Serbaguna Stadion Sempaja, Samarinda, Selasa (1/9/2015). (TRIBUN KALTIM / DOAN PARDEDE)

Tidak lama lagi, pengangguran di Kaltim akan segera terserap.

Ada dua proyek besar yang membutuhkan banyak tenaga kerja (naker), yakni proyek perluasan kilang Pertamina Balikpapan dan tiga proyek di Maloy

Groundbreaking 3 proyek di Maloy diprediksi akan mampu merekrut tenaga kerja baru di Kutim dan sekitarnya.

Agus Dwi Tarto, Direktur Perusda Melati Bhakti Satya (MBS) mengungkapkan, dari tiga proyek itu perkiraan tenaga kerja baru sekitar 3 hingga 5 ribu pekerja.

Urutan pengerjaan memang PLTU yang pertama, kemudian dilanjutkan pabrik Ethanol dan CPO.

Baca: JMF di Balikpapan Sediakan 3.800 Lowongan Kerja

Baca: Penerimaan CPNS Pengaruhi Pendaftar JMF

Tahapan awal PLTU, juga berimbas bagi pemberian beasiswa untuk tahapan awal. Pengerjaan PLTU Maloy.

Sebagai informasi, investor PLTU, Niaga Power Limited berencana membawa 50 tenaga kerja asal China dalam hal pengerjaan PLTU.

Ke-50 orang tersebut akan diposisikan di bagian tim manajemen konstruksi PLTU. Hal ini diperbolehkan oleh Gubernur Kaltim.

Selain tenaga kerja di PLTU, dua pabrik lainnya, Ethanol serta Crude Palm Oil juga dipastikan merekrut tenaga kerja baru. Dalam proses pabrik Ethanol, manajemen hanya bersifat sebagai pengawas.

Sementara untuk pelaksana, ditujukan untuk tenaga-tenaga lokal.

Untuk pabrik CPO, Bupati Kutim, Ismunandar meminta bisa segera dipercepat. Pasalnya, saat ini saja, sudah ada 4.000 hektare lahan kelapa sawit warga yang siap untuk diolah. (*)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help