TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

Pendidikan Lingkungan Hidup, Mengapa Perlu?

Pada Agenda 21, tercetus kesepakatan bahwa dalam pembangunan berkelanjutan diperlukan interaksi yang seimbang antara ekonomi, sosial, dan lingkungan

Pendidikan Lingkungan Hidup, Mengapa Perlu?
tribunkaltim.co/budi susilo
Ilustrasi Kawasan Mangrove 

Oleh : Eva Kumala Sari
Koordinator Pojok Lingkungan. Konsultan, Penulis & Pengajar.
Email : myevaks@gmail.com

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) sejatinya bukan hal baru di Kota Balikpapan. Lebih dari satu dekade Kota Balikpapan telah memberikan PLH kepada siswa-siswi mulai dari tingkatan SD hingga SLTA.
Lalu apakah PLH itu? Dalam artian, definisi, persepsi, interpretasi, dan aplikasi tampaknya terdapat variasi bagi banyak orang. PLH pertama kali digaungkan oleh J.J. Rousseau seorang filsuf asal Swiss pada abad ke 18 dan kembali digaungkan dengan lebih keras pada abad ke 21 melalui Agenda 21.
Pada Agenda 21, tercetus kesepakatan bahwa dalam pembangunan berkelanjutan diperlukan interaksi yang seimbang antara ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam suatu komunitas. Pendidikan diidentifikasi menjadi komponen penting dalam pembangunan berkelanjutan di dunia. PLH menjadi sebuah alternatif edukasi yang memberikan siswa pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman penting untuk menjadi pemimpin dalam sebuah komunitas, pemimpin yang mampu menghasilkan keputusan-keputusan gemilang dalam pengelolaan sumber daya alam.
Program PLH, sering kali tidak bisa disamakan antara satu tempat dengan tempat lainnya, berbagai variabel akan bergantung pada lokasi PLH diberikan, kebudayaan, isu lokal yang dimiliki, dan hal lainnya.
Namun, dari semua perbedaan program PLH, seyogyanya PLH memiliki empat variabel utama, yaitu : kebutuhan yang telah teridentifikasi, emphasis interaksi antara sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam komunitas, struktur program yang jelas, dan komitmen jangka panjang dalam membangun kemampuan siswa.
PLH merupakan kumpulan dari berbagai bidang ilmu, seperti : biologi, seni, sastra, psikologi, antropologi, pendidikan, dan masih banyak lagi. PLH seperti bidang ilmu lainnya terus mengalami perkembangan, pembaharuan, pemutakhiran, dan terus menyempurnakan dirinya. Pemahaman akan kondisi lingkungan sekitar menjadi hal penting dalam penyusunan PLH. Pemberian materi dapat dilakukan dengan cara mengajak siswa belajar di luar kelas, mengunjungi lokasi-lokasi yang menarik, mempelajari biodiversitas lokal langsung di tempatnya, mengamati langsung interaksi antara aktivitas manusia dan lingkungan.
Isu-isu lokal, kaitan dan interaksi sosial-ekonomi-lingkungan adalah hal yang harus dipahami oleh siswa melalui PLH. Pemberian materi PLH seharusnya tidak dilakukan dengan cara-cara konvensional, di dalam kelas dan satu arah. PLH seharusnya diberikan dengan cara yang lebih interaktif.
PLH seharusnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dengan alam. Kesempatan yang akan membangun kemampuan siswa dalam hal empati, komunikasi, kerjasama, memimpin, kestabilan mental, intelegensia, dan masih banyak lagi. Siswa yang mempelajari kondisi lingkungan disekitarnya akan berpengaruh terhadap cara siswa memperlakukan lingkungannya, mempengaruhi perilaku dan gaya hidup mereka nantinya. Perilaku yang tidak hanya akan mempengaruhi diri sendiri tapi komunitas tempat mereka tinggal nantinya. Hal-hal yang diperlukan oleh seorang pemimpin masa depan dalam pembangunan berkelanjutan. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help