TribunKaltim/

Petisi Antihoax, SBY: Saya dan Keluarga Pribadi Sering Menjadi Korban Hoax, Korban Fitnah

Penandatanganan petisi tersebut berupaya memecahkan rekor MURI yang sebelumnya dipegang oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, April lalu.

Petisi Antihoax, SBY: Saya dan Keluarga Pribadi Sering Menjadi Korban Hoax, Korban Fitnah
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Ketua umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat orasi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2017). SBY menyampaikan pidato politik dalam rangkaian Dies Natalies ke 15 partai Demokrat yang diawali Rapimnas. 

TRIBUNKALTIM.CO, MATARAM - Partai Demokrat menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) untuk merapatkan barisan menghadapi pilkada 2018 dan pemilu 2019 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 7-9 Mei 2017.

Rakernas diawali dengan kegiatan jalan sehat, bermain voli, dan penandatanganan petisi antihoax dan fitnah di media.

Penandatanganan petisi tersebut berupaya memecahkan rekor MURI yang sebelumnya dipegang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur pada April lalu.

Pemprov Kaltim memegang rekor sebanyak 3.000 tanda tangan petisi antihoaks dan fitnah di media massa.

Acara jalan sehat yang berlangsung Minggu (7/5/2017) pagi, dimulai dari Lapangan Sangkareang sekitar pukul 07.00 Wita.

Jalan sehat berakhir di Lapangan Bumigora dengan rute sejauh 2 kilometer.

Baca: Jadi Narasumber Antihoax, Walikota Ini Mengaku Pernah Diterpa Isu Selingkuh dengan Mahasiswi

Baca: 1.000 Tanda Tangan Akan Dikumpulkan di Deklarasi Antihoax Kaltim

Jalan sehat tersebut diikuti sekitar 10.000 peserta.

Acara tersebut diikuti pula oleh putera Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono, dan juga Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help