TribunKaltim/

Korem 091 Aji Surya Natakesuma

Prajurit TNI di Perbatasan Terima Senjata Api dari Pekerja Perkebunan Sawit

Mendapat masukan tersebut, Hafiz pun sadar tentang kepemilikan senjata api yang dilarang.

Prajurit TNI di Perbatasan Terima Senjata Api dari Pekerja Perkebunan Sawit
HO - Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN).
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 611/Awang Long (Awl), Kodam VI Mulawarman yang berkedudukan di Samarinda, kembali mengamankan senjata api rakitan jenis penabur, yang diserahkan warga secara sukarela di Camp Hengan (Malaysia), pada Selasa (9/5/2017) siang, sekitar pukul 14.25 Wita. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 611/Awang Long (Awl), Kodam VI Mulawarman yang berkedudukan di Samarinda, kembali mengamankan senjata api rakitan jenis penabur, yang diserahkan warga secara sukarela di Camp Hengan (Malaysia), pada Selasa (9/5/2017) siang, sekitar pukul 14.25 Wita.

Senjata tersebut diserahkan oleh Abdul Hafiz (38), warga Nunukan, Kalimantan Utara yang bekerja di perusahaan sawit yang terdapat Malaysia.

Hafiz sehari-hari keluar masuk perbatasan dan melintas di Pos Bambangan. Hal itulah yang membuat Hafiz dan prajurit TNI di pos tersebut menjadi akrab.

"Karena sering laporan lintas batas di pos maka terjalin kedekatan bersama anggota pos. Dan, saat ngobrol-ngobrol anggota tanya tentang berburu hewan di tempat kerjanya, saat itulah akhirnya Pak Hafiz cerita miliki senjata api," ungkap Dansatgas Pamtas Yonif 611/Awl, Letkol Inf Sigid Hengki Purwanto, melalui rilis Penerangan Korem (Penrem) 091/Aji Surya Natakesuma, Selasa (9/5/2017).

Mengetahui hal itu, anggota TNI disana langsung memberikan pengertian tentang kepemilikan senjata api menurut UU.

Mendapat masukan tersebut, Hafiz pun sadar tentang kepemilikan senjata api yang dilarang.

"Setelah mendapatkan penjelasan, pak Hafiz lantas langsung mengambil senjata rakitan miliknya dan menyerahkannya kepada Danpos Bambangan," tutur Dansatgas.

"Sehabis menyerahkan senjata itu, Pak Hafiz langsung menuju tempat kerjanya di Camp Hengan, yang berada di kawasan Malaysia," tambahnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help