TribunKaltim/

Tak Terima Ditampar, Kepala Dinas Laporkan Pengusaha Batubara

“Dengan kejadian tersebut, pelapor mengalami rasa nyeri pada bagian pipi sebelah kiri,” ujarnya.

Tak Terima Ditampar, Kepala Dinas Laporkan Pengusaha Batubara
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Dermaga Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung, Kecamatan Nunukan, tempat kejadian perkara penamparan AJ oleh HS. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Tak diterima ditampar HS, seorang pengusaha batubara sekaligus jasa konstruksi, AJ (39) seorang kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan melaporkan tindak kekerasan tersebut ke Polsek Nunukan.

AJ menerima tindak kekerasan tersebut, saat sedang melakukan kunjungan kerja ke Dermaga Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung, Rabu (10/5/2017) sekitar pukul 10.05 Wita.

Kapolsek Nunukan AKP Muhammad Shaleh Wahidi menceritakan, berdasarkan pengakuan korban yang menyampaikan laporan ke Polsek Nunukan, saat kejadian dia sedang melakukan kunjungan kerja terkait jabatan yang baru diembannya. Saat itu dia bertemu dengan HS.

“Dia bersalaman lalu mencium tangan terlapor. Setelah itu tanpa berkata-kata, terlapor langsung menampar pipi sebelah kiri pelapor,” ujarnya.

Saat itu HS juga menghardik AJ. “Sudah lama aku cari kamu. Kamu jelek-jelekan saya di pemerintah,” ujar HS seperti ditirukan AJ saat menyampaikan keterangan di Polsek Nunukan.

Tak ingin terjadi perkelahian, AJ saat itu memilih berlari menghindari HS.

“Dengan kejadian tersebut, pelapor mengalami rasa nyeri pada bagian pipi sebelah kiri,” ujarnya.

Kapolsek Nunukan menyayangkan terjadinya peristiwa dimaksud.

"Saya cukup menyayangkan, kenapa begitu? Kasihan juga kepala dinas dia tampar di depan umum. Pakai atribut lengkap kedinasan lagi. Nggak bolehlah seperti itu,"ujarnya.

Belum diketahui pasti alasan terlapor melakukan penamparan dimaksud. “Berdasarkan laporan yang masuk ke polisi, setelah menampar terlapor menanyakan mengapa AJ seringkali menjelekkan namanya di pemerintahan?,” ujarnya.

Setelah menerima laporan dan membuat laporan polisi, pihaknya juga telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Selain itu membuat visum serta tanda bukti lapor.

“Ini masih kami dalami. Saya sudah laporkan ke Kapolres juga. Kami segera siapkan surat pemanggilan," katanya. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help