TribunKaltim/

Diimbau Ikut Rehabilitasi, Baru Satu Pecandu Daftar di BNNK

Namun tidak begitu jika pecandu tersebut melaporkan diri secara suka rela, mereka akan mendapat rehabilitasi gratis

Diimbau Ikut Rehabilitasi, Baru Satu Pecandu Daftar di BNNK
tribunkaltim.co/niko ruru
Kepala BNNK Nunukan Komisaris Polisi Lamuati (kemeja putih lengan panjang) saat menyaksikan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu di Mapolres Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan hingga kini baru menerima satu orang yang mendaftarkan diri mengikuti rehabilitasi.

“Orang tersebut terdeteksi tim medis mengalami gangguan kejiwaan. Sehingga diserahkan ke Dinas Sosial terlebih dahulu sambil menunggu proses penyembuhan,” ujar Komisaris Polisi Lamuati, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Kamis (11/5/2017).

Para pecandu narkoba di Kabupaten Nunukan diimbau untuk segera mendaftarkan diri mengikuti rehabilitasi.

Lamuati berharap, orang-orang yang sakit dan butuh pengobatan itu diharapkan tidak malu mendaftarkan diri mengikuti rehabilitasi.

Baca: Klinik BNNK Buka Layanan Rehabilitasi Pecandu Lem, Tanpa Dipungut Biaya

Baca: Ridho Rhoma Bakal Diperiksa BNN Lagi, Penuhi Syarat Rehabilitasi?

Dia memastikan, pecandu yang mendaftarkan diri untuk rehabilitasi tidak dikenakan pidana.

“Selama ini pecandu narkoba yang ditangkap akan diproses, dipenjara baru kemudian direhabilitasi. Namun tidak begitu jika pecandu tersebut melaporkan diri secara suka rela, mereka akan mendapat rehabilitasi gratis,” ujarnya.

Dia menyebutkan, BNNK Nunukan akan membantu pemulihan para pecandu dan korban narkoba. “Jangan takut karena BNN akan membantu pemulihan sesuai prosedur yang berlaku,’’ ujarnya.

Pendaftar yang ingin mengikuti rehabilitasi dijamin tidak diperlakukan sebagai tersangka. Mereka justru diperlakukan selayaknya pasien yang sedang membutuhkan pertolongan.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help