TribunKaltim/

Muntah-muntah, 70 Warga Dibawa ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan

Ika menyebutkan, dari 70 pasien yang menderita keracunan makanan 5 di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Nunukan

Muntah-muntah, 70 Warga Dibawa ke Rumah Sakit, Diduga Keracunan
Kompas.com/Kontributor Nunukan, Sukoco
Sejumlah warga Nunukan mengantri, memeriksakan kesehatan mereka setelah mengantap makanan yang disajikan salah satu warga Nunukan yang hajatan. 80 an warga Nunukan dilaporkan mendnerita muntah muntah sakit kepala, sakit perut, mual, muntah dan diare. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Puluhan warga Nunukan Kalimantan Utara dilaporkan menderita sakit perut, mual, muntah hingga diare setelah menyantap hidangan di sebuah hajatan salah satu warga.

Mereka diduga keracunan makanan yang dihidangkan.

Kepala Puskesmas Nunukan Kota Ika Bihandayani mengatakan, hingga Kamis pagi sudah 70 warga yang mendatangi puskesmas untuk meminta pengobatan.

“Pasien KLB datang Rabu dari jam 18.00 wita dan puncaknya jam 23.00 Wita. Jumlahnya dewasa 49 orang dan anak anak 11 orang,” ujarnya Kamis (11/05/2017).

Ika menyebutkan, dari 70 pasien yang menderita keracunan makanan 5 di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Nunukan untuk mendapat perawatan lebih intensif.

Baca: Sejoli Tewas Keracunan Gas Saat Sedang Seks Oral di Dalam Mobil

Baca: Empat Korban Keracunan Dirujuk ke RSUD Kota Bangun

Selain menangani pasien, tim kesehatan ingkungan Dinas Kesehatan Nunukan telah mengambil sampel makanan yang disuguhkan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kecurigaan saat ini bisa dari makanannya atau jenis bahan baku yang tidak baik kondisinya, kebersihan, dan cara pengolahan bisa saja jadi penyebab," sebutnya,

Ia menyebtukan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan labotarorium terhadao sampel makanan yang telah diambil tim kesehatan untuk mengetahui penyebab insiden itu.

“Kita tunggu hasil dari Dinkes Kabupaten Nunukan. Sampel dikirim ke Provinsi karena fasilitas kita enggak ada,” ucapnya. (*)

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help