TribunKaltim/

Polres Kubar Serahkan Berkas Pelaku Pengangkutan Solar tanpa Izin ke Kejaksaan

Modus operandi pelaku dengan menyembunyikan BBM di bawah gladak kapal penumpang agar tidak terlihat oleh petugas

Polres Kubar Serahkan Berkas Pelaku Pengangkutan Solar tanpa Izin ke Kejaksaan
HO - Satreskrim Polres Kutai Barat
Barang bukti bahan bakar minyak (BBM) tanpa izin yang disembunyikan pelaku. 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, KUTAI BARAT - Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Barat (Kubar) akhirnya menyelesaikan berkas perkara kasus pengangkutan bahan bakar minyak (BBM) tanpa izin, dan melimpahkan berkas tersebut ke Kejaksaan Negeri Kubar, Rabu (10/5/2017) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui pelaku melakukan pengangkutan dan penjualan bahan bakar minyak tanpa izin angkut dan izin niaga.

Selain itu, diduga kuat sumber minyak berasal dari penyalahgunaan minyak bersubsidi.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku berinisial AD, yakni 1.180 liter bahan bakar jenis solar dan kapal pengangkut, yang saat itu hendak dibawa ke Kabupaten Mahakam Ulu.

Baca: BREAKING NEWS - Polisi Amankan 5.000 Liter Solar Ilegal

Baca: Naiknya Harga Minyak Dunia Bakal Kerek Harga Premium dan Solar?

"Modus operandi pelaku dengan menyembunyikan BBM di bawah gladak kapal penumpang agar tidak terlihat oleh petugas," ungkap Kapolres Kubar, AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kasat Reskrim Polres, AKP Rido Doly Kristian, Kamis (11/5/2017).

Lanjut dia menjelaskan, dengan dilimpahkannya perkara tersebut ke tahap penuntutan, merupakan bentuk konsistensi Polri dan Kejaksaan dalam menegakkan perundang-undangan, khususnya UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

Baca: Polair Amankan 1.800 Liter Solar Ilegal yang Diangkut Kapal Klotok

Baca: Sopir Keluhkan SPBU tak Lagi Jual Solar

"Diharapkan dengan dilakukannya penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan BBM dapat memberikan efek jera terhadap pelaku dan juga pihak lain yang memiliki niat dalam menyalahgunakan perniagaan secara ilegal," tuturnya.

Pelaku sendiri dikenakan Pasal 55 UU Nomor 22 tahun 2001, tentang migas, dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun kurungan dan denda Rp 60 miliyar. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help