TribunKaltim/

Wabup Ajak Instansi Terkait untuk Sosialisasi, supaya Masyarakat Tahu Mana Satwa yang Dilindungi

Agus Tantomo mengatakan, apa yang dilakukan oleh warganya merupakan bentuk ketidaktahuan masyarakat tentang flora dan fauna apa saja yang dilindungi.

Wabup Ajak Instansi Terkait untuk Sosialisasi, supaya Masyarakat Tahu Mana Satwa yang Dilindungi
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Untuk mengelabui petugas, buaya dikemas dalam kotak makanan dan diberi label kuliner. Menurut petugas bandara, lolosnya beberapa penyelundupan buaya tersebut diduga karena pelaku menggunakan almunium foil dan kertas karbon agar tidak terdeteksi X-ray bandara. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TANJUNG REDEB, TRIBUNKALTIM.CO - Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo memberikan perhatian terhadap perdagangan buaya muara yang dilindungi oleh pemerintah.

Menurutnya, meski buaya bukan termasuk objek wisata di Kabupaten Berau, namun tetap harus dijaga keberadaannya.

“Buaya memang bukan objek wisata, tidak dilindungi seperti kita (Pemkab Berau) melindungi ikan hiu. Tapi buaya kan satwa dilindungi,” kata Agus Tantomo saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (11/5/2017).

Baca: BREAKING NEWS - Petugas Kargo Curiga, Isi Kardus Bergerak-gerak, Rupanya Isinya 4 Ekor Anak Buaya

Baca: Waduh. . . Buaya Muara yang Ganas Itu Dijual Lewat Online

Meski begitu, Agus Tantomo mengatakan, apa yang dilakukan oleh warganya merupakan bentuk ketidaktahuan masyarakat tentang flora dan fauna apa saja yang dilindungi.

Agus menegaskan, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui daftar flora dan fauna apa saja yang dilindungi agar tidak punah. 

“Dalam kasus Masdar (tersangka penjual buaya muara), dia tidak tahu kalau itu dilarang. Saya tidak kaget, karena saya saja tidak tahu,” imbuhnya.

Baca: Restoran Ini Sajikan Makanan Paling Aneh di Dunia, Ada Menu Kaki Buaya Goreng, Berani Coba?

Baca: Berada di Permukiman, Buaya Empat Meter Ditangkap Warga

Karena itu, Agus Tantomo mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan instansi terkait, termasuk Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memberikan sosialisasi sekaligus edukasi tentang perdagangan flora dan fauna.

Menurutnya, edukasi ini penting, selain untuk melindungi flora dan fauna juga merupakan upaya pemerintah melindungi warganya dari jeratan hukum karena kurangnya pemahaman.

"Ini (sosialisasi) juga tanggung jawab pemerintah," katanya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help