TribunKaltim/

Darurat Narkoba

Kasus Sabu, Polisi Bebaskan Satu PNS RSUD Nunukan

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan AKP M Hasan Setia Budi mengatakan, barang bukti sabu yang diamankan dipastikan milik Maulana.

Kasus Sabu, Polisi Bebaskan Satu PNS RSUD Nunukan
ilustrasi.net
Narkotika jenis sabu. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Dinilai tak memiliki bukti yang kuat, Polisi melepaskan Inong (31), Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan yang ditangkap dalam kasus kepemilikan narkotika golongan I jenis sabu.

Namun berbeda dengan Inong, Polisi tetap memproses Maulana (28),  tenaga honorer RSUD Nunukan yang diamankan bersama Inong.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan AKP M Hasan Setia Budi mengatakan, barang bukti sabu yang diamankan dipastikan milik Maulana.

‘’Barangnya punya yang honor. Kami tes urine, yang PNS hasilnya negatif. Kami tidak punya saksi dan kurang bukti. Jadi nggak bisa kami tahan kalau begitu. Sudah dibebaskan,” ujarnya Jumat (12/5/2017).

Maulana dinyatakan positif menggunakan sabu. Diapun langsung ditahan di Mapolres Nunukan. Kasusnya dalam waktu dekat akan dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Nunukan.

Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan menangkap dua pegawai RSUD  Nunukan itu saat operasi narkoba di sejumlah titik di Pulau Nunukan, Sabtu (6/5/2017) lalu.

Keduanya diamankan di Sungai Fatimah, Kecamatan Nunukan.

Saat Polisi melakukan penggerebekan, selain barang bukti sabu sabu seberat 0,50 gram, dari tersangka juga diamankan beberapa barang bukti berupa satu unit timbangan digital, seperangkat alat hisap atau bong, plastik pembungkus serta gunting dan 4 unit telepon seluler

Selain keduanya, Polisi juga menangkap Pa (50)  di Jalan Pendidikan dan Si (28) di Jalan Fatahillah.

"Padahal saya sering ingatkan setiap apel pagi, agar seluruh staf RSUD jangan sekali- kali berbuat sesuatu yang bisa merugikan diri sendiri serta mencemarkan nama institusi,” ujar  ujar Direktur RSUD Nunukan, dr Dulman SPOG M Kes, Senin (8/5/2017).

Dulman mengaku prihatin dengan kasus yang membelit pegawainya itu.

“Tetapi kami serahkan segalanya kepada hukum yang berlaku," ujarnya.

Dia memastikan, telah memberhentikan Mau sebagai tenaga honor RSUD Nunukan. Sedangkan terhadap In, akan dilakukan proses sesuai aturan kepegawaian.

"Kalau yang honor wewenang pimpinan. Sesuai perjanjiannya, yang bersangkutan harus di keluarkan,” ujarnya.  (*)
 

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help