TribunKaltim/

Destinasi Berkelas Internasional, Syafruddin: Pariwisata Kaltim Ibarat Mawar Berduri

Meski memiliki spot wisata lengkap, Syafruddin mengibaratkan Kaltim sebagai mawar. Cantik, namun berduri.

Destinasi Berkelas Internasional, Syafruddin: Pariwisata Kaltim Ibarat Mawar Berduri
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Kepulauan Derawan, termasuk di dalamnya Pulau Maratua masuk dalam kategori lokasi wisata popular versi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2016. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kaltim menuju pariwisata internasional. Demikian tema diskusi yang digagas Bunga Bangsa Society di Hotel Mesra Internasional, Sabtu (13/5/2017). Diskusi ini menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Syafruddin Pernyata.

Kaltim, kata Syafruddin, memiliki modal untuk menjadi destinasi wisata internasional. Bumi Etam dianugrahi sumber daya pariwisata, berupa destinasi yang eksotis. Wisata alam, budaya, bahari, dan lainnya, kumpul di Kaltim.

"Kalau mau lihat terumbu karang jangan ke Kaltim. Tapi ke Raja Ampat, Wakatobi. Kalau mau wisata sungai ada di Kalsel. Mau ke goa, air terjun, di Jawa banyak. Mau wisata budaya dan sejarah juga di Jawa. Tapi, kalau mau menemukan semuanya di satu tempat, silakan datang ke Kaltim," kata Syafruddin, memulai paparannya.

Meski memiliki spot wisata lengkap, Syafruddin mengibaratkan Kaltim sebagai mawar. Cantik, namun berduri.

Perumpaan ini dilontarkan Syafruddin melihat sejumlah tantangan yang dihadapi menuju pariwisata internasional.

Pasalnya, untuk menikmati setiap jengkal keindahan Kaltim, diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

"Mau menikmati budaya dan keindahan alam di Mahakam Ulu, tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu tiga hari dua malam. Perjalanannya jauh dan mahal," katanya.

Begitu pula spot-spot wisata lainnya, seperti goa purba di Kutai Timur, hingga wisata bahari yang terbentang mulai Kutai Timur, hingga Berau.

"Untuk destinasinya, sudah bisa dikatakan internasional. Tapi, untuk fasilitasnya, belum bisa," ucap Syafruddin.

Destinasi wisata yang paling siap secara infrastruktur di Kaltim, menurut Syafruddin, ada di Kepulauan Derawan, Berau.

Pelancong dari dalam dan luar negeri bisa mendarat di Bandara Kalimarau, Berau atau, via Bandara Juwata, Tarakan. Selanjutnya, turis bisa terbang langsung menuju Pulau Maratua.

"Memang saat ini baru penerbangan carter. Karena bandaranya belum resmi dioperasikan. Tapi, kalau Bandara Maratua sudah beroperasi, pasti luar biasa," katanya lagi.

Namun demikian, Syafruddin juga mengingatkan, salah kelola potensi pariwisata, katanya, Kaltim harus siap gigit jari.

"Pulau Derawan itu kalau dibiarkan, siap-siap saja jadi masa lalu. Rumah-rumah makin padat, dan menjorok ke laut. Sama halnya dengan pesut. Dulu saya kecil selalu lihat pesut di Pasar Pagi, depan Masjid Raya. Sekarang sudah tak ada. Karena, Sungai Mahakam tak lagi jadi rumah yang nyaman bagi Pesut," urainya. (*)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help