TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

'Jazz Untuk Balikpapan IV' Ikonnya Komunitas BJL

Lagu Rosanna, sebagai contoh dimana permainan sampek Heri mampu mengimbangi dan seolah berdialog dengan permainan gitar Unun

'Jazz Untuk Balikpapan IV' Ikonnya Komunitas BJL
HO
Komunitas Balikpapan Jazz Lovers 

Ahmad Jailani
Ketua Balikpapan Jazz Lovers
jailani.jradio@yahoo.com

Minggu (7/5) ditengah teriknya matahari, tepat pada pukul 13.00 di halaman Parkir Plaza Balikpapan digelar konser musik yang bertajuk "Jazz Untuk Balikpapan IV" oleh komunitas Balikpapan Jazz Lovers (BJL)
Event yang terus berkesinambungan ini sudah menjadi "ikon" dari komunitas yang dibentuk pada 17 Juli 2008 ini.
Event ini sendiri sudah digelar sebanyak empat kali, yang pertama di E-Walk Balikpapan, selanjutnya di Balcony City, dan yang ketiga di Lapangan Merdeka Balikpapan.
"Jazz Untuk Balikpapan IV" kali ini, menampilkan tiga grup diantaranya The Reunion Project, Simple Beat dan Bodhisattva Tribute Toto.
Tampil pertama adalah sebuah grup yang terdiri dari musisi-musisi senior The Reunion Project yang terdiri dari Benno (gitar), Berlin (bass), dan Volthy (drum).
Komposisi pertama yang dihadirkan oleh trio ini adalah sebuah lagu gospel yang berjudul "You Are My Hiding Place" dan dilanjutkan dengan satu komposisi yang diciptakan oleh Benno gitaris grup ini "Kuahiri" yang kental dengan nuansa jazz popnya.
Satu komposisi milik Charlie Parker siang itu membawa kita dalam suasana cool jazz pada masa dulu "Billie's Bounce".
Selesai itu kembali sebuah komposisi ciptaan Benno "Lught in the Darkness" diluncurkan. Dan sebagai penutup, sebuah lagu tradisional daerah yang berjudul "Ampar-Ampar Pisang" yang digarap dengan nuansa jazz rock, mendapat aplause yang luar biasa dari penonton.
"Jazz Untuk Balikpapan IV" pun semakin memanas ditengah teriknya siang yang membakar, dengan tampilnya grup ke dua "Simple Beat".
Grup ini pernah dibawa oleh Balikpapan Jazz Lovers untuk tampil di ajang "Jazz Traffic" di Surabaya pada 2014.
Tampil dengan formasi Freddy (vocal), Ryan (gutar(, Wowo (bass), dan Fendy (drum). Komposisi pertama langsung digeber sebuah lagu dari Incognito "Goodbye to Yesterday", dilanjutkan dengan "Forever Now" milik Level 42 yang lebih menghentak. Lagu berikutnya adalah sebuah komposisi milik Jimmie Cullum yabg sangat familiar bagi pencinta jazz "Mind Trick", dan Simple Beat mengahiri konsernya dengan membawakan lagu dari grup Kotak "Pelan Pelan Saja" yang diaransemen dengan jazz.
Cuaca yang tadinya panas sekarang berubah mendung membuat suasana lebih adem, dan kini tiba giliran grup Bodhisattva Tribute Toto untuk tampil sebagai band penutup.
Grup yang sudah malang melintang cukup lama ini tampil dengan para personil, Unun Luke (gitar), Heri (keyboard/sampek), Wowo (additional bass), Dayat (drum), Miko (Vocal), dan Nathalie (vocal). "Pamela" adalah lagu pembuka dari penampilan Bodhisattva, dan dilanjutkan dengan "Georgy Porgy", "Without Your Love", "Rosanna", dan ditutup dengan "Stop Loving You".
Yang menarik dari grup ini adalah walau kita tahu Toto lagu-lagunya bukanlah jazz tapi penampilan Bodhisattva mencoba mengaransemen dengan mamasukkan unsur jazz dalam beberapa lagunya.
Bahkan mengkolaborasikan dengan permainan sampek (gitar tradisional Kalimatan Timur) di berapa lagunya, sebuah usaha yang patut diapresiasi oleh publik jazz.
Lagu Rosanna, sebagai contoh dimana permainan sampek Heri mampu mengimbangi dan seolah berdialog dengan permainan gitar Unun.
Menarik sekali melihat permainan mereka, dan itu menunjukkan seolah Bodhisattva sadar betul mereka bermain di publik jazz.
Event Balikpapan Jazz Lovers ini adalah hasil kerjasama dengan Disporapar Balikpapan dan Plaza Balikpapan.
Publik jazz tentu sangat berharap komunitas ini kembali menggelar event-event berkualitas lainnya pada bulan-bulan mendatang. Maju terus musik jazz di Balikpapan. (*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help