TribunKaltim/

Sengketa Lahan, Empat Tahun Pembangunan SDN di Ibukota Provinsi Ini Terbengkelai

Untuk ketiga kalinya, SDN 019 Tanjung Selor menggelar Ujian Nasional (UN) di gedung SDN 003 Tanjung Selor

Sengketa Lahan, Empat Tahun Pembangunan SDN di Ibukota Provinsi Ini Terbengkelai
TRIBUNKALTIM/DOAN PARDEDE
Karena masuk siang, puluhan murid SD 019 yang menumpang di SD 003 Tanjung Selor harus rela belajar di tengah terik cahaya matahari, beberapa waktu lalu. Untuk mengurangi paparan cahaya matahari, beberapa siswa terpaksa membawa jaket sebagai pengganti tirai penutup jendela. 


Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Untuk ketiga kalinya, SDN 019 Tanjung Selor menggelar Ujian Nasional (UN) di gedung SDN 003 Tanjung Selor di Jalan KS Tubun, Tanjung Selor, Senin (15/5/2017).

Untuk diketahui, sudah terhitung 4 tahun pembangunan SDN 019 yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Tanjung Selor ini terlantar akibat didera sengketa lahan.

Dalam selama itu pula, ratusan murid terpaksa menumpang di SDN 003 Tanjung Selor, yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi sekolah semula. Proses belajar mengajar SDN 019 digelar siang hari, usai murid SDN 003 selesai belajar.

Namun belakangan, setelah bergulir mulai dari Pengadilan Negeri hingga ke Mahkamah Agung (MA), kasus sengketa lahan ini akhirnya dimenangkan oleh Pemkab Bulungan, selaku pemilik SDN 019 Tanjung Selor.

Informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, gedung SDN 019 ini akan mulai dikerjakan tahun 2018 mendatang, dan diperkirakan akan rampung pada tahun 2020 mendatang.

Kepala Sekolah SDN 019 Tanjung H Akhmadun menuturkan, berbagai pihak khususnya para orangtua murid, sangat menyambut baik kabar menangnya Pemkab Bulungan dalam sengketa tersebut. Bahkan pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan langsung mengirimkan salinan putusan dari MA ke SDN 019.

"Kita langsung dikirimkan salinannya. Mungkin maksudnya untuk menguatkan kita," katanya.

Akhmadun menuturkan, selama kasus ini bergulir, jumlah murid SDN 019 menurun drastis. Awal-awal menumpang dulu, SDN 019 memiliki sebanyak 185 murid. Dan setelah 4 tahun menumpang, jumlah siswa menurun menjadi hanya 60an orang saja.

Bahkan tahun 2017 ini, SDN 019 hanya menerima sebanyak 10 murid saja. Dan jika semua murid yang ikut UN tahun 2017 ini lulus, maka bisa dipastikan jumlah murid yang ada saat ini juga akan berkurang.

"Jadi kalau ini nanti 19 murid keluar, masuk 10, berarti berkurang 9 orang lagi nanti," katanya.

Dia berharap, pembangunan gedung baru ini bisa segera tuntas. Jika pembangunan gedung memakan waktu lebih dari dua tahun, maka bisa dipastikan ada rombongan belajar siswa yang sejak masuk hingga lulus menumpang belajar di sekolah lain.

"Kita berharap segera selesailah pembangunan. Kalau tidak, bisa ada murid yang mulai masuk sampai lulus itu menumpang terus," katanya.

Kendatipun jumlah murid terus berkurang, dia optimis SDN 019 tidak akan ditutup atau di gabung dengan sekolah lainnya. Pasalnya sesuai rencana awal, SDN 019 Tanjung Selor dengan gedung barunya akan menjadi sekolah model di Kabupaten Bulungan.

Selain itu, keberadaan SDN 019 di lokasi yang dulu disengketakan memang sangat ditunggu-tunggu masyarakat, untuk mengakomodir anak-anak yang ada di wilayah tersebut.

"Kita ini kan awalnya mau menjadi sekolah model, nanti gedung sekolahnya berlantai 3," katanya.(*)


Penulis: Doan E Pardede
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help