TribunKaltim/

Tidak Kooperatif, Status Terduga Penodaan Agama di Balikpapan Bisa Jadi Tahanan Rutan

Begitupun saat ditangani kejaksaan, Otto Rajasa (40) ditetapkan penuntut umum sebagai tahanan kota sejak 8 Mei 2017 hingga 27 Mei 2017.

Tidak Kooperatif, Status Terduga Penodaan Agama di Balikpapan Bisa Jadi Tahanan Rutan
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Caps : Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan Ajidinnor SH MH saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kendati proses hukum kasus penodaan agama di Balikpapan sudah diambil alih Pengadilan Negeri Balikpapan, namun terdakwa tak ditahan seperti lainnya di Rumah Tahanan (Rutan).

Pasalnya status oknum dokter yang diduga penoda agama, Otto Rajasa (40) masih sebagai tahanan kota.

"Status penahanan terdakwa masih tahanan kota. Karena saat berkas kami terima (PN) 10 Mei lalu, statusnya tahanan kota dari kejaksaan. Maka kami meneruskan status tersebut sementara," kata Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan, Ajidinnor SH MH, Senin (15/5/2017).

Lanjut Ajidinnor, saat masih ditangani penyidik Polres Balikpapan yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan. Begitupun saat ditangani kejaksaan, Otto Rajasa (40) ditetapkan penuntut umum sebagai tahanan kota sejak 8 Mei 2017 hingga 27 Mei 2017.

Kendati demikian, menurut Ajidinnor, status tahanan kota bisa beralih ke tahanan rutan saat proses pengadilan berlangsung. Hal tersebut dilakukan apabila terdakwa di mata hakim tidak kooperatif menjalani proses sidang di pengadilan.

Selain itu faktor keamanan yang bersangkutan juga jadi bahan pertimbangan penilaian hakim.

"itu (status) bisa berubah, di pertengahan proses sidang atau di akhir (putusan). Bisa saja dialihkan jadi tahanan rumah atau tahanan rutan. Nanti subyektifitas hakim akan menilai.

Semisal dia (terdakwa) tak kooperatif mempersulit persidangan. Ada indikasi mengulangi perbuatan, meghilangkan barang bukti atau berupaya melarikan diri. Itu semua bisa jadi pertimbangan hakim," paparnya.

Dalam proses persidangan perkara tersebut, sebanyak 8 saksi fakta dan 6 ahli bakal dihadirkan di ruang sidang Pengadilan Negeri Balikpapan. Pihaknya telah menunjuk majelis hakim, lalu pada Rabu (17/5/2017) sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan bakal digelar.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help