TribunKaltim/

Baliho MTQ Dirusak, Gambar Wajah Gubernur Irianto Lambrie Dilumuri Cat Merah

Polisi meminta rekaman CCTV untuk menelusuri pelaku perusakan baliho Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) II tingkat Provinsi Kalimantan Utara

Baliho MTQ Dirusak, Gambar Wajah Gubernur Irianto Lambrie Dilumuri Cat Merah
Kompas.com/Sukoco
Gambar wajah Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie dalam baliho Sukseskan MTQ di depan Bandara Nunukan Kalimantan Utara disemprot dengan cat berwarna merah.(handout/Edy M) 


Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan meminta rekaman closed circuit television (CCTV) untuk menelusuri pelaku perusakan baliho Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-II tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan.

Dalam baliho yang terpasang di depan Bandar Udara Nunukan, foto wajah Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie dilumuri cat berwarna merah.

Kepala KSKP Tunon Taka, Kecamatan Nunukan AKP Eka Berlin mengatakan, pihaknya telah bersurat kepada pihak Bandar Udara Nunukan untuk meminta rekaman CCTV saat kejadian.

"Kami akan melihat hasil rekaman CCTV pada waktu kejadian. Semoga kami bisa menemukan petunjuk," ujarnya, Selasa (16/5/2017).

Sebelumnya Polisi juga telah memeriksa tiga saksi dalam kasus perusakan baliho itu. "Kami sudah periksa tiga orang saksi. Mulai pemasang baliho, yang mencopot setelah dirusak dan masyarakat yang tinggal di wilayah baliho tersebut terpasang," ujarnya.

Dari penyelidikan yang dilakukan, Polisi belum mendapatkan petunjuk yang mengarah kepada pelaku perusakan baliho. Dalam kasus itu, pihaknya baru mengamankan barang bukti baliho yang rusak serta botol plastik tempat minuman yang dilubangi tutupnya. Diduga botol plastik itu sebagai alat penyemprot cat.

"Kami masih dalami. Masih ada beberapa saksi yang akan dimintai keterangan," ujarnya.

Polisi melakukan penyelidikan terhadap kasus perusakan baliho itu setelah menerima laporan dari panitia Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-II tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid selaku ketua umum, Sabtu (13/5/2017) memerintahkan pelaporan kasus tersebut ke Polisi.

"Saya minta kepolisian segera mengusut oknum tersebut dan diberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Bupati, aksi tersebut sangat memalukan. Sebab sama saja telah merusak citra Kabupaten Nunukan Nunukan di mata peserta asal kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Utara yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-II tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

"Sangat disayangkan di saat ada acara besar seperti ini masyarakat tidak bisa mengontrol diri untuk melakukan hal-hal negatif semacam itu,"ujarnya lagi.

Selain gambar Gubernur Kalimantan Utara, pada baliho juga ada wajah Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Haji Udin Hianggio, Bupati Nunukan dan Wakil Bupati Nunukan Faridil Murad.

Aktivis lembaga swadaya masyarakat, Muhammad Yusran mencurigai aksi ini telah didesain. Pemilihan momen MTQ yang menghadirkan kafilah dari kabupaten dan kota di Kalimantan Utara, semakin menguatkan kecurigaan dimaksud.

"Kami mendesak Polisi mengusut tuntas motif perbuatan nista ini,"katanya.(*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help