TribunKaltim/

Darurat Narkoba

Ditresnarkoba Polda Kaltim Musnahkan Sabu dari Seorang Pekerja Tambang

Dari pengakuan Hermansyah, sudah setahun terakhir dirinya rutin mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Ditresnarkoba Polda Kaltim Musnahkan Sabu dari Seorang Pekerja Tambang
TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Pelaku peredaran narkoba mengaduk sabu yang dilarutkan di dalam wadah berisi air. Larutan itu lalu dibuang ke dalam kloset di sekitar ruang Ditresnarkoba Polda Kaltim, Selasa (16/5/2017) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ditresnarkoba Polda Kaltim memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu, Selasa (16/5/2017).

Barang bukti tersebut didapatkan dari tersangka, bernama Hermansyah (37) pekerja tambang di sekitar kilometer 23 Loa Janan, Kukar, yang ditangkap saat hendak transaksi narkoba golongan 1 tersebut tak jauh dari lokasi kerjanya, 26 April lalu.

Di hadapan petugas, Hermansyah hanya memperlihatkan raut wajah datar, saat diminta melarutkan kristal haram tersebut ke dalam box berisi air yang kemudian di buang ke dalam kloset.

Dari pengakuan Hermansyah, sudah setahun terakhir dirinya rutin mengonsumsi narkoba jenis sabu.

"Seminggu dua kali ngisap sabu, biar semangat kerja," katanya.

Ketergantungan inilah yang menjerumuskanya semakin dalam.

Dari penuturannya, ia kemudian ditawari pekerjaan sambilan untuk mengirim sabu pada pemesan. Ia mengaku mendapatkan barang tersebut dari teman semasa kecilnya di Samarinda.

"Saya di kasih gratis sampel (sabu). Hanya ngantar saja. Ini juga belum dibayar, baru kali ini ngantar narkoba," ujar Hermansyah.

Sementara itu, Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Kaltim, AKBP Kartoyo ditemui di ruangangan usai pemusnahan, menjelaskan, Hermansyah ditangkap di km 15, Loa Janan saat sedang menunggu pemesannya.

"Saat ditangkap, tidak ada perlawanan," kata Kartoyo

Ia menambahkan, pemusnahan barang bukti dilakukan setelah mendapatkan surat ketetapan status barang bukti dari Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara dan perintah pemusnahan barang bukti.

Lanjut AKBP Kertoyo menjelaskan, tersangka di kenakan pasal 112 ayat 2 terkait menyimpan, menguasai dan memiliki narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Dari barang bukti sabu tersebut, tidak semua dimusnahkan, sabu akan disisakan sebanyak 0,5 gram untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk dilakukan pengembangan.

"Sementara, kita kenakan sebatas itu. Kalau berkembang saat dilakukan pengembangan, akan dikenakan pasal sesuai dengan peran dia," ujar Kartoyo.(*)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help